ULUL AZMI, -
(2022)
STUDI KASUS BOVINE EPHEMERAL FEVER (BEF) DI WILAYAH KERJA KUD TANI WILIS KABUPATEN TULUNGAGUNG.
Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (FULLTEXT)
151911213020_Ay_khPEBR67kqyGPHYOKwIgF0BNThz.pdf
Download (2MB)
|
Abstract
Tujuan dari observasi ini adalah untuk meningkatkan pengertian dan pemahaman tentang penyakit yang sering terjadi pada sapi di KUD Tani Wilis Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Mengetahui tindakan yang sudah dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit BEF. Pengambilan data dilakukan selama 3 minggu pada bulan Januari 2022 untuk mengetahui gejala serta penanganan Bovine ephemeral fever. Bovine ephemeral fever (BEF) dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti adanya bendungan air, sistem irigasi yang kurang baik, perubahan lingkungan, cuaca dan iklim, perpindahan ternak, vektor, dan mekanisasi pertanian. Nyamuk dari golongan Culicoides sp., Aedes sp. dan Culex sp. dapat bertindak sebagai vektor penyakit. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu nyamuk yang membawa virus Bovine ephemeral fever menghisap darah sapi dan dapat menginfeksi sapi. Tanda hewan ternak atau sapi yang terinfeksi virus Bovine ephemeral fever yaitu hewan ternak mengalami demam selama 2-5 hari, hidung mengeluarkan ingus, radang sendi dan kekakuan otot
Actions (login required)
 |
View Item |