ABDURRAHMAN FARIZ, -
(2022)
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKATAN BURNOUT PADA PEKERJA DI PT X.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
Abstract
Pada tahun 2013 Riskesdas melakukan penilaian gangguan mental emosional pada penduduk Indonesia seperti program Riskesdas pada tahun 2007 silam dengan hasil Prevalensi gangguan jiwa berat pada penduduk Indonesia 1,7 per mil. Menurut Sinambela (2016) kesehatan mental yang dialami oleh pekerja dapat dibagi menjadi dua yaitu kesehatan pekerja berupa stres kerja dan kejenuhan kerja atau dalam istilah lain burnout. Burnout adalah ekspresi dari situasi kehabisan energi (kelelahan fisik, mental dan emosional. Penelіtіan yang dіlakukan oleh Aѕter (2014) menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh ѕіgnіfіkan dan poѕіtіf terhadap ѕtreѕ kerja. Peneliti mengambil burnout Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor yang berhubungan terhadap tingkatan Burnout pada pekerja di PT X. Berdasarkan metode penelitian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif karena hanya bertujuan mengetahui gambaran tingkat Burnout pada pekerja PT X. Menurut waktu pengambilan data, penelitian ini merupakan penelitian cross sectional karena data yang dikumpulkan pada satu kurun waktu saja. Pengukuran tingkat burnout pekerja PT X menggunakan kuesioner Kuesioner Maslach Burnout Inventory (MBI). Depression Anxiety Stres Scales Level - 42 (Dass-42). Karakteristik individu dalam penilitian ini meliputi usia, jenis kelamin, dan massa kerja. Hasil penelitian ini, pekerja dengan kategori tingkat Burnout rendah sebanyak 5 pekerja (50%) dan pekerja dengan kategori tingkat burnout sedang sebanyak 5 pekerja (50%) sehingga dapat dikatakan seluruh pekerja PT X mengalami burnout.
Actions (login required)
 |
View Item |