SHINTIA ANUGRAH OKTANIA, -
(2022)
PREVALENSI BAKTERI RESISTEN PENYEBAB INFEKSI SALURAN KEMIH DAN UJI KEPEKAAN ANTIBIOTIKNYA BERDASARKAN KULTUR URIN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HAJI PROVINSI JAWA TIMUR PERIODE JANUARI – DESEMBER 2020.
Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (FULLTEXT)
151910113030_cHFCwRsff18Ao4wm70uqkQtiDUP4xw.pdf
Download (3MB)
|
Abstract
Infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh berbagai bakteri, diantaranya seperti Escherichia coli, Klebsiella sp., Proteus sp., Pseudomonas sp., Acinetobacter, dan Enterococcus sp. Kultur urin merupakan gold standar pemeriksaan sampel urin yang dapat mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Resistensi anbiotik adalah kemampuan mikroba untuk bertahan hidup dari paparan antibiotik sesuai dengan uji kepekaan antibiotik, salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi bakteri resisten penyebab infeksi saluran kemih dan uji kepekaan antibiotiknya berdasarkan kultur urin di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Provinsi Jawa Timur periode Januari – Desember 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observational Analytic Crossectional, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menganalisa dan mengamati data sekunder yang telah didapatkan dalam kurun waktu tertentu. Hasil data yang telah diperoleh yaitu sebanyak 60 pasien (21.7%) dengan diagnosa ISK dari total pemeriksaan kultur urin sebanyak 277 pasien. Kelompok usia terbanyak pada rentang 46 – 65 tahun (16.7%), dan terbanyak dari jenis kelamin perempuan (55%). Bakteri penyebab ISK lebih banyak didapatkan dari bakteri Gram negatif (93.3%) dan prevalensi spesies bakteri yang terbanyak ditemukan sebagai penyebab infeksi adalah Escherichia coli ESBL. Untuk bakteri resisten, ditemukan beberapa jenis bakteri diantaranya, Escherichia coli ESBL (55.6%), Klebsiella pneumoniae ESBL (14.8%), Acinetobacter baumanii CRO (14.8%), Escherichia coli CRO (7.4%), Pseudomonas putida CRO (3.7%), dan Providencia rettgeri CRO (3.7%). Uji kepekaan antibiotik yang diperoleh berdasarkan bakteri ESBL masih sensitif terhadap Amikacin, Ertapenem, Gentamicin, Meropenem, Nitrofurantion, dan Tigecycline. Untuk bakteri CRO sebagian besar resisten terhadap semua jenis antibiotik yang diujikan antara lain Ampicillin, Ampicillin Sulbactam, Aztreonam, Cefazoline, Ceftriaxone, Ciprofloxacin, Meropenem, Nitrofurantoin, Piperacilin Tazobactam, dan Trimethoprim Sulfamethoxazole.
Actions (login required)
 |
View Item |