Febrina Putri Intansari
(2022)
Studi Kasus Persentase Kejadian Penyakit Pink Eye Pada Domba Di Uptd Bpptdk Margawati Garut – Jawa Barat.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
151911213035_7xfcMUQ1oFBuCOb4T0Xu8Z8vqEFRFq.pdf
Download (340kB)
|
Abstract
Domba Garut adalah domba yang dibudidayakan di Jawa Barat. Domba Garut
merupakan sumber daya genetik ternak Jawa Barat yang harus dikembangkan,
UPTD BPPTDK Margawati Garut merupakan tempat pelestarian domba
Garut yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor
2914/Kpts/OT.140/6/2011. Kesehatan ternak adalah salah satu penentu
keberhasilan suatu usaha peternakan. Seperti munculnya suatu slogan bahwa
pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pink Eye merupakan penyakit
infeksi bakteri pada mata yang menyebabkan peradangan mata dan pada
kasus yang parah dapat menyebabkan kebutaan sementara atau permanen.
Gejala klinis yang terlihat yaitu mata mengeluarkan air, tertutup atau
berkedip-kedip karena merasa sakit saat terkena cahaya. Pada daerah mata
mengalami pembekakan berwarna merah,keruh dan timbul borok pada selaput
mata sehingga dapat mengakibatkan kebutaan. Pengobatan dilakukan dengan
cara membersihkan daerah mata domba yang terserang penyakit Pink Eye
menggunakan tetesan NaCl, kemudian diberikan salep Oxytetracyclin. Untuk
pengobatan yang dilakukan secara injeksi menggunakan obat Proxyvet LA +
Sulprodon dengan perbandingan diukur sesuai berat badan penderita.
Pencegahan penyakit Pink Eye dengan penerapan biosecurity pengendalian
lalu lintas yang berfungsi sebagai pencegahan adanya penyakit dari luar yang
dibawa oleh kendaraan pengangkut pakan ternak maupun kendaraan lainnya
Actions (login required)
 |
View Item |