Adristi Abidaturramadhani
(2023)
Gambaran Kejadian Heat Strain Pada Pekerja Besi Di Proyek Gedung Pringgodigdo Kampus B Unair.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
152011713011_yZPEtd4Xnp-Zwaphsqm84_q7WPfmsJ.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Keadaan lingkungan kerja dengan suhu panas seperti pada konstruksi dapat
memberikan efek negatif bagi pekerja, seperti kejadian heat strain. Maka penelitian ini
dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian heat strain pada pekerja besi
di proyek Gedung Pringgodigdo kampus B UNAIR. Jenis penelitian yang digunakan
adalah kuantitatif deskriptif. Berdasarkan waktu penelitian ini adalah penelitian cross
sectional. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner heat strain score
index (HSSI), iklim kerja diukur dengan ISBB meter. Diketahui sebanyak 10 responden
(66,67%) berusia ≤ 40 tahun. Pekerja mengonsumsi air minum 1,9 liter/hari 10
responden (66,67%), pekerja dengan kebiasaan merokok 11 responden (73,33%).
Pekerja dengan masa kerja < 3 tahun sebanyak 10 responden (66,67%), beban kerja
berat dialami oleh 6 responden (40%), iklim kerja pada 6 responden (54,5%) melebihi
NAB. Kategori heat strain terbanyak yaitu red zone pada 6 responden (40%), di usia >
40 tahun 1 responden (20%), dengan konsumsi air minum kurang dari 1,9 liter/hari
sebanyak 5 responden (50%). Tingkat heat strain kategori red zone dengan masa kerja
< 3 tahun sebanyak 4 responden (40%). Pada iklim kerja melebihi NAB ditemukan 6
responden (40%) mengalami heat strain kategori red zone.
Actions (login required)
 |
View Item |