RACHMAD DIMAS WILLDAN, -
(2022)
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DI BAGIAN NON-SHIFT PT X.
Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (FULLTEXT)
151911713025_dYkdzOTAA_aCk_XAbtlbXcNQzPGvE-.pdf
Download (2MB)
|
Abstract
Beban kerja terdapat dua macam yaitu Beban kerja fisik dan mental. Beban kerja fisik memerlukan energi fisik dari otot manusia yang akan berfungsi sebagai sumber tenaga. Beban kerja mental merupakan beban kerja akibat tuntutan mental yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Pengaruh beban kerja fisik dan mental dapat mempercepat terjadinya kelelehan kerja dan gangguan kesehatan. Pekerja akan mengalami kelelahan kerja yang disebabkan oleh beban kerja yang diterima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara beban kerja fisik dan mental dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian Non-Shift PT X. Metode penelitian ini menggunakan rancangan observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pekerja pada bagian Non-Shift sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan data beban kerja fisik, beban kerja mental dan tingkat kelelahan kerja menggunakan kuisioner SSRT (Subjective Self Rating Test) IFRC (International Fatigue Research Committee of Japanese Association of Industrial Health) dan kuisioner NASA – TLX. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar memiliki beban kerja fisik sedang (53,4%), beban kerja mental tinggi (56,6%) dan pekerja mengalami kelelahan sedang (66,7%). Terdapat hubungan kuat antara beban kerja fisik (Correlation Coef.=0,618) dan beban kerja mental (Correlation Coef.=0,759) dengan kelelahan kerja. Saran bagi perusahaan dan pekerja yaitu melakukan pembagian waktu istirahat tenaga kerja departemen Keuangan, melakukan kegiatan rutin senam atau olahraga seminggu sekali pada pekerja Area Non – Shift, perlu adanya program pemberian penghargaan serta setiap pekerja diberikan kesempatan untuk mengembangkan karier, mendapatkan promosi, dan pengembangan keahlian dengan cara memberi pelatihan kerja dengan sesuai bidang pekerja, melakukan peregangan tubuh setiap 15 menit sekali pada tiap pekerja bagian departemen Distribusi dan pekerja dapat melakukan konseling kepada atasan atau kepada rekan sesama mengenai kecemasan dalam tuntutan beban kerja mental yang dialami selama bekerja.
Actions (login required)
 |
View Item |