AL ARTHUR VIDIATAMA, -
(2022)
Studi Kasus Penyebab Dan Pengobatan Retensi Sekundinae Pada Sapi Perah Di Koperasi Agro Niaga Jabung Kab Malang Jawa Timur.
Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (FULLTEXT)
151911213026_KytBYc8ugZrFSDVTSlZS-uh_FCtdw0.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Retensio Sekundiane merupakan suatu kejadian dimana kegagalan plasenta keluar dalam waktu 8-12 jam setelah terjadi postpartus. Masalah ini umum atau sering terjadi pada ruminansia contohnya sapi dan kerbau. Tujuan dari studi kasus ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memicu kejadian retensio sekundinae dan penyebab dari retensio sekundinae terulang kembali yang terjadi di 3 dusun wilayah Koperasi Agro Niaga Jabung, Kab Malang. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu pengambilan data dari admin Koperasi Agro Niaga Jabung untuk mengetahui record data pelayanan kejadian retensio sekundinae selama 3 tahun terakhir dan pengambilan data dokumentasi dari kartu record sapi yang pernah mengalami retensio sekundinae. Hasil penelitian dari data 3 dusun selama 3 tahun terkahir yang diteliti terdapat kejadian retensio sekundinae sebanyak 26 kasus dan 1,04% dari seluruh kasus tersebut adalah retensio sekundinae berulang. Penyebab terjadinya retensio sekundinae antara lain kelahiran prematur, distokia karena posisi fetus tidak normal, distokia karena fetus terlalu besar, defisiensi nutrisi pada pakan yang dilihat dari BCS (Body Condition Score) induk sapi yang rendah, induk sapi yang sudah tua. Pencegahan dan pengobatan untuk retensio sekundinae itu sendiri antara lain pemberian injektamin dan mineral agar induk sapi mendapatkan vitamin yang cukup dan tidak terjadi defisiensi mineral pada induk sapi. Pengobatannya itu sendiri dilakukan setelah 2-3 x 24 jam terjadinya kasus retensio sekundiane. Yang pertama dilakukan adalah pemeriksaan dari membran fetus apabila bisa dilakukan manual removal, membran fetus dikeluarkan dan dimasukkan colibact bolus secara intra uteri serta pemberian injektamin, ATP dan obat analgesik.
Actions (login required)
 |
View Item |