Rahma Yulia Diningrat
(2023)
Restorasi Cantilever Bridge Porcelain Fused To Metal Pada Gigi Anterior Rahang Atas Dengan Kasus Gigitan Dalam.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
152010513009_YxeCeJpParsboBCBqL_m2cr-R35wc3.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Latar Belakang: Kehilangan gigi anterior mempengaruhi segi estetika dan
kepercayaan diri seseorang. Penggunaan restorasi Porcelain Fused To Metal (PFM)
dapat menjadi salah satu alternatif pilihan perawatan yang digunakan untuk
menggantikan gigi anterior yang hilang dan mengalami maloklusi. Pada
pembuatannya harus memperhatikan beberapa faktor untuk menunjang
keberhasilan penggunaan restorasi dalam jangka panjang. Pembuatan restorasi
cantilever bridge pada kasus gigitan dalam agar memiliki fungsi dan estetika yang
maksimal tentunya tidak terlepas dari proses pembuatan di laboratorium gigi.
Tujuan: Untuk mengetahui prosedur laboratoris pembuatan restorasi cantilever
bridge PFM dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kekuatan dan estetika
yang dapat menunjang keberhasilan penggunaan restorasi. Kasus: Pasien
kehilangan gigi anterior dengan gigitan dalam tampak gigi 11 hilang, gigi 21 telah
dipreparasi, dan gigi 12 digunakan sebagai rest. Dari kondisi tersebut akan
dibuatkan cantilever bridge. Kesimpulan: Prosedur laboratoris pembuatan
restorasi ini dimulai dengan penerimaan model kerja, pembuatan die, pembuatan
diagnostic wax-up, pelilinan koping malam, pembuatan dan finishing koping metal,
aplikasi porselin, pembentukan anatomi, glazing, dan diakhiri dengan polishing
metal pada bagian palatal. Faktor-faktor yang harus diperhatikan pada pembuatan
restorasi cantilever bridge PFM pada kasus gigitan dalam agar mendapatkan
kekuatan dan estetika yang optimal adalah pemilihan desain koping yang tepat,
penyelesaian koping yang baik, bentuk anatomi gigi, dan warna restorasi yang
dibuat sealamiah mungkin.
Actions (login required)
 |
View Item |