Indrawati
(2023)
Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Nilon Termoplastik Pada Kasus Resesi Gingiva.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
152010513029__2BnVgqqEvi4bQIr8TlKMqp1gfwG3q.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Resesi gingiva secara klinis ditandai dengan terbukanya akar yang mengakibatkan hipersensitivitas dentin. Pada kasus ini dibuatkan GTSL nilon termoplastik karena basis nilon termoplastik mempunyai banyak kelebihan salah satunya yaitu basis ini mengandung polimer kristalin, kristalin yang tinggi menghasilkan kekakuan tinggi, ketahanan abrasi dan kapasitas absorbsi air yang lebih kecil, bebas monomer, biokompatibiltas yang baik. Oleh karena itu bahan basis fleksibel, saat ini banyak digunakan sebagai alternative bahan basis gigi tiruan lepasan karena sifatnya yang baik. Pada kasus resesi gingiva yang disertai dengan resorpsi tulang alveolar membutuhkan pemilihan desain yang tepat dan teknik penyusunan gigi yang benar untuk menciptkan GTSL yang baik. Untuk mengetahui dan membahas lebih lanjut tentang desain GTSL nilon termoplastik pada kasus resesi gingiva. Menerima sepasang model kerja dari dokter gigi dengan adanya kasus resesi gingiva pada gigi peyangga 17 dan 27, rahang bawah juga mengalami resesi di lingual anterior yang disertai resorpsi tulang alveolar pada region posterior. Pada pembuatan GTSL nilon termoplastik hal yang harus dilakukan adalah membaca surat perintah kerja, melakukan survey dan block out, penetapan desain, pembuatan lempeng galengan gigit, penetapan gigit oleh dokter gigi, penanaman arikulator, penanaman thermoflask, pemasangan sprue, buang malam, proses inject dan finisihing polishing. Untuk daerah lingual anterior yang mengalami resesi gingiva desain plat dibuat meluas kearah incisal. Pada daerah posterior yang mengalami resesi diberikan desain clasp circumferential untuk menutup resesi gingiva. Teknik penyusunan gigi pada kasus resesi gingiva yang disertai dengan adanya resorpsi tulang alveolar adalah dengan disusun seideal mungkin dan memperhatikan ukuran anasir gigi, lengkung gigi, gigi sebelahnya, disusun diatas puncak ridge, dan memperhatikan kesesuaian oklusi gigi antagonisnya untuk mendapatkan fungsi mastikasi yang baik.
Actions (login required)
 |
View Item |