ENDY JOUVANNICA PUTRI, -
(2022)
PENGARUH PEMBERIAN PROPOLIS DOSIS TUNGGAL 100 Mg/KgBB, 150 Mg/KgBB, DAN 200 Mg/KgBB PADA TINGKAT PARASITEMIA PADA MENCIT YANG TERINFEKSI PLASMODIUM BERGHEI.
Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (FULLTEXT)
151910113046_lHGetyPuBD5Um8Y5NToNqK7lxs426L.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Malaria merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium sp. melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. WHO melaporkan angka kematian akibat malaria di seluruh dunia diperkirakan mencapai 1,5-2,7 juta pertahun. Tingginya kasus malaria dapat dicegah dengan cara pemberian terapi antimalaria, yaitu klorokuin yang saat ini telah mengalami resistensi. Salah satu bahan alternatif dari alam yang memiliki potensi sebagai antimalaria yaitu Propolis Apis mellifera. Propolis Apis mellifera mengandung senyawa luteolin flavonoid yang dapat menghambat proses polimerisasi heme dari Plasmodium sehingga menyebabkan Plasmodium mati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian propolis dosis tunggal 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB pada tingkat parasitemia pada mencit yang telah terinfeksi P. berghei. Analisis statistika yang digunakan yaitu uji One Way ANOVA dengan metode penelitian eksperimental. Hasil penelitian yang didapatkan adalah pemberian propolis dosis tunggal mempengaruhi pertumbuhan Plasmodium berghei dengan rentang nilai parasitemia 0,01% - 0,11% untuk dosis tunggal 100 mg/kgBB, 0,01% - 0,09% untuk dosis tunggal 150 mg/kgBB, dan 0,02% - 0,12% untuk dosis tunggal 200 mg/kgBB. Akan tetapi, pertumbuhan parasit tidak menurun secara konsisten mulai hari ke-2, 6, 8, 9, dan 10. Hal ini disebabkan oleh jenis dosis yang diberikan adalah dosis tunggal, dimana pemberian dosis berulang lebih efektif daripada dosis tunggal. Terdapat perbedaan secara signifikan (p>0,05) pada kontrol positif (tanpa propolis) terhadap dosis tunggal 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB, tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p
Actions (login required)
 |
View Item |