Lintang Kinanti Noor, - (2024) Hubungan Faktor Individu Dengan Beban Kerja Mental Pada Karyawan Di Head Office PT. X Kabupaten Gresik Tahun 2024. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
48. 152111713020.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Beban Kerja Mental adalah perbedaan antara tuntutan pekerjaan suatu tugas dengan kemampuan maksimum yang dimiliki seseorang. Jika beban kerja mental berlebihan, bisa menyebabkan stres kerja, yang meliputi berbagai perasaan seperti cemas, takut, bersalah, sedih, marah, atau bosan. Karyawan di perusahaan ini dituntut untuk menyelesaikan tugas dengan cepat guna mencapai target perusahaan, bahkan beberapa karyawan di PT. X bekerja hingga melewati waktu operasional kantor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu (usia, lama kerja, masa kerja, dan jenis kelamin) dengan beban kerja mental pada karyawan di Head Office PT. X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi Spearman dan uji Koefisien Kontingensi. Responden dari penelitian ini adalah 39 dari total populasi 43 karyawan Head Office PT. X. Variabel yang diteliti mencakup faktor individu (usia, lama kerja, masa kerja, dan jenis kelamin) dan beban kerja mental yang diukur menggunakan kuesioner NASA-TLX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang cukup kuat antara usia dengan beban kerja mental, dengan nilai Sig (2- tailed) < 0,05 dan korelasi Corelation Coefficient = 0,349. Hasil Penelitian lama kerja dengan beban kerja mental, dengan nilai Sig (2-tailed) < 0,05 dan Contingency Coefficient = 0,430. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara masa kerja dan jenis kelamin dengan beban kerja mental, dengan nilai Sig (2-tailed) > 0,05. Saran yang diberikan berdasarkan temuan ini meliputi empat strategi. Pertama, menyediakan fasilitas olahraga di tempat kerja untuk karyawan. Kedua, memaksimalkan pembatasan jam lembur hingga maksimal 4 jam setelah jam operasional. Ketiga, memberikan pelatihan manajemen stres minimal dua kali dalam setahun. Keempat, melakukan pengukuran lingkungan kerja faktor psikologi setahun sekali untuk memastikan kondisi kerja yang mendukung kesejahteraan mental karyawan.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | - | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Faktor Individu, Beban Kerja Mental, Head Office , NASA-TLX | ||||||
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention | ||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | mrs siti muzaroh | ||||||
| Date Deposited: | 24 Nov 2025 02:10 | ||||||
| Last Modified: | 28 Nov 2025 03:53 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139234 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


