Analisis Perbedaan Kadar Progesteron Serum Sebelum Dan Sesudah Pengobatan Pada Wanita Yang Menjalani Program In Vitro Fertilization (IVF)

Rifa Kamila Dwiqonita, - (2024) Analisis Perbedaan Kadar Progesteron Serum Sebelum Dan Sesudah Pengobatan Pada Wanita Yang Menjalani Program In Vitro Fertilization (IVF). Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
66. 152110113061_RIFA KAMILA - abstrak.pdf

Download (205kB)
[img] Text (FULLTEXT)
66. 152110113061_RIFA KAMILA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

Infertilitas merupakan masalah kesehatan yang mempengaruhi pasangan usia produktif untuk memperoleh keturunan. Infertilitas terbagi menjadi dua kategori, yaitu primer dan sekunder. Faktor infertilitas dapat ditemui pada pria maupun wanita meliputi gaya hidup, usia, berat badan, dan faktor organ reproduksi. In Vitro Fertilization (IVF) merupakan teknik medis untuk mencapai kehamilan dengan penyatuan sperma dengan ovum di luar tubuh menggunakan teknologi reproduksi modern. Keberhasilan program IVF dapat dipengaruhi oleh kadar hormon kehamilan, salah satunya hormon progesteron yang diproduksi wanita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan kadar progesteron serum pasien sebelum dan sesudah dilakukannya injeksi dengan memperhatikan faktor usia, BMI, dan jenis injeksi yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini menggunakan 47 sampel data sekunder yang diambil dari Klinik ASHA IVF, Rumah Sakit Primasatya Husada Citra Surabaya yang kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik meliputi uji beda dan uji multivariat menggunakan software SPSS 26,0. Penelitian menunjukkan hasil uji beda dengan nilai sig. <0,05 (0,000). Analisis uji multivariat diperoleh hasil nilai sig. <0,05 (0,015) pada usia <35 tahun yang bermakna terjadi peningkatan kadar hormon setelah diberikannya pengobatan. Nilai sig. pada kelompok usia >35 tahun, kelompok BMI normal, kelompok BMI abnormal, kelompok jenis injeksi pergoveris, serta kelompok jenis injeksi pergoveris dan gonal f ditunjukkan dengan hasil >0,05 yang bermakna tidak terdapat perbedaan bermakna pada kadar hormon sebelum dan sesudah pengobatan. Kesimpulan pada penelitian ini, terdapat perbedaan yang bermakna pada hasil pemeriksaan kadar hormon progesteron sebelum dan sesudah dilakukannya pengobatan. Salah satu parameter yang terbukti memiliki perbedaan bermakna yaitu pada kelompok usia <35 tahun.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Uncontrolled Keywords: hormon progesteron, infertilitas, In Vitro Fertilization
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Teknologi Laboratorium Medis
Creators:
CreatorsNIM
Rifa Kamila Dwiqonita, -NIM152110113061
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorFerdy Royland Marpaung, --
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 26 Nov 2025 06:37
Last Modified: 26 Nov 2025 06:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139274
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item