Abidah Noor Azizah, ,- (2022) Perbandingan Prevalensi Nilai Pemeriksaan Tumor Marker Ca 125 Pada Pasien Kanker Ovarium Di Rsud Haji Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 Dan 2021. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (96kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
151910113028.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kanker adalah penyakit akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak terbatas atau tidak terkendali dan dapat menyebar ke organ lain dalam tubuh. Menurut WHO kanker menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Berdasarkan data Riskesdas prevalensi kanker di Indonesia terdapat peningkatan kasus dari sejak 2013 hingga 2018 dengan kasus terbanyak kanker ginekologi. Di Indonesia kanker ovarium ada diurutan ketiga paling banyak diderita oleh wanita. Pertumbuhannya banyak tidak menunjukkan gejala awal sehingga baru dapat terdiagnosis saat muncul gejala nyata pada stadium lanjut. Hal itu menjadikan kanker ovarium sebagai penyebab utama kematian akibat kanker ginekologi dibandingkan dengan jenis lainnya. Pemeriksaan laboratorium yang dapat digunakan untuk membantu diagnosis kanker ovarium salah satunya dengan pemeriksaan Cancer Antigen 125 (CA 125) yang merupakan penanda tumor cukup spesifik untuk kanker ovarium. Pemeriksaan CA 125 paling banyak menggunakan metode Electrochemiluminescence Immunoassay (ECLIA) karena memiliki sensitivitas tinggi dan waktu pengerjaan singkat. Sehingga dilakukan penelitian observasi analitik menggunakan data hasil pemeriksaan CA 125 pasien kanker ovarium di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur untuk melihat perbandingan prevalensinya pada tahun 2020 dan 2021. Diperoleh hasil dari data penelitian dengan total 77 pemeriksaan untuk tahun 2020 dan 2021. Terdapat 28 pemeriksaan dalam kategori nilai normal dan 49 pemeriksaan menunjukkan kenaikan. Rerata (mean) nilai CA 125 diperoleh kelompok data tahun 2021 lebih tinggi daripada kelompok data tahun 2020. Uji normalitas diperoleh hasil p = 0,000 dan untuk uji homogenitas didapatkan hasil p = 0,800. Pengujian Mann- Whitney diperoleh hasil p = 0,602. Dapat ditarik kesimpulan dari hasil uji Mann- Whitney bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pemeriksaan CA 125 pada pasien kanker ovarium di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur dengan metode ECLIA pada tahun 2020 dan 2021.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cancer Antigen 125 (CA 125), Electrochemiluminescence Immunoassay (ECLIA), ovarian cancer, tumor marker | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer) | ||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Teknologi Laboratorium Medis | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Guruh Haris Raputra, S.Sos., M.M. | ||||||
| Date Deposited: | 01 Dec 2025 07:04 | ||||||
| Last Modified: | 01 Dec 2025 07:04 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139322 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


