Vanesa Viana Dewi, - (2024) Hubungan Faktor Individu Dengan Unsafe Action Pada Pekerja Pembesian PT PP (Persero) Tbk (Studi di Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II). Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
64. 152111713105.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Unsafe action merupakan tindakan yang tidak memperhatikan standar dan prosedur kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Terdapat dua faktor penyebab unsafe action, yaitu faktor individu dan faktor pekerjaan. Pekerjaan pembesian di bidang kontruksi memiliki risiko tinggi melakukan unsafe action karena bersentuhan langsung dengan peralatan, mesin, dan proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dengan unsafe action pada pekerja pembesian di PT PP (Persero) Tbk Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional serta pengambilan sampel dengan metode simple random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 44 pekerja pembesian. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner yang diisi oleh pekerja pembesian. Data dianalisis menggunakan uji rank spearman untuk menganalisis hubungan antara variabel independen (usia, masa kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan K3, dan kelelahan) dan variabel dependen (unsafe action). Dari hasil uji statistik didapatkan ada hubungan antara usia (p-value=0,033;cc=- 0,323), masa kerja (p-value=0,006;cc=-0,406), tingkat pendidikan (p-value=0,008;- 0,393), pengetahuan K3 (p-value=0,008;cc=-0,398), dan kelelahan (pvalue=0,006;cc=0,408) dengan unsafe action pada pekerja pembesian. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor individu (usia, masa kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan K3, dan kelelahan) berhubungan dengan unsafe action pada pekerja pembesian di PT PP (Persero) Tbk Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II. Sehingga, perusahaan harus melakukan optimalisasi sosialisasi K3, reward dan punishment, pelatihan K3, pengawasan, PP Program Observation Card, penempatan tanda-tanda bahaya, dan melakukan sosialisasi materi kelelahan. Selain itu, merekomendasikan perusahaan dapat melakukan pengukuran kelelahan menggunakan reaction timer pada pekerja dan pekerja direkomendasikan melakukan peregangan disela – sela bekerja selama sekitar 3 menit.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | - | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | faktor individu, unsafe action, pekerja pembesian | ||||||
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention | ||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | mrs siti muzaroh | ||||||
| Date Deposited: | 02 Dec 2025 01:14 | ||||||
| Last Modified: | 02 Dec 2025 01:25 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139329 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


