Penerbitan SP2DK Atas Pemotongan Pph Pasal 23 Terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Seharusnya Dipotong Pph Pasal 21 (Studi Kasus Pada Klien Visi Idea Sinergy)

Amalia Nefira Rahmanda, - (2024) Penerbitan SP2DK Atas Pemotongan Pph Pasal 23 Terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Seharusnya Dipotong Pph Pasal 21 (Studi Kasus Pada Klien Visi Idea Sinergy). Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
152110713044_Amalia Nefira Rahmanda..pdf
Restricted to Registered users only until 6 June 2024.

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

SP2DK diterbitkan ketika ditemukan ketidakpatuhan wajib pajak terhadap kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. SP2DK berfungsi sebagai alat pengawasan untuk memastikan penerapan sistem perpajakan di Indonesia, yaitu sistem self-assessment. Tujuan dari studi kasus ini yaitu untuk mengetahui faktor diterbitkannya Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) dan untuk mengetahui penyelesaian atas SP2DK. Objek dalam penulisan Tuags Akhir ini adalah PT X yang bergerak di bidang industry kabel. PT X menerima SP2DK pada 12 Juni 2023 karena melakukan pemotongan PPh Pasal 23 untuk wajib pajak orang pribadi yang seharusnya dipotong PPh Pasal 21, yang menyebabkan kerugian negara sebesar 0,5%. Kesalahan pemotongan ini terjadi karena tarif PPh Pasal 23 sebesar 2% berdasarkan PMK Nomor 141 Tahun 2015 sedangkan tarif untuk PPh Pasal 21 sebesar 2,5% berdasarkan PMK No.40 Tahun 2017. Dalam mengerjakan studi kasus ini, digunakan metode kualitatif, yaitu melibatkan investigasi yang dilakukan secara intensif dan teliti tentang yang sedang terjadi di lapangan melalui refleksi analitis terhadap dokumen, bukti-bukti. Hasil pembahasan studi kasus ini menunjukkan bahwa kesalahan pemotongan ini menyebabkan kurang bayar sebesar Rp 27.550, hasil pengurangan dari total pemotongan PPh 21 terhadap Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebesar Rp 110.200 dikurangi dengan hasil pengurangan dari total pemotongan PPh 23 terhadap DPP sebesar Rp 137.750. Ditambah dengan kurang bayar PPh 21 atas biaya lainnya sebesar Rp 6.156.432. Sehingga total kurang bayar yang harus dibayar PT X adalah sebesar Rp 6.183.982. Setelah melakukan perhitungan terkait kurang bayar yang terjadi pada 14 Juli 2023, PT X mengirimkan surat balasan kepada Accounting Representative (AR) dan PT X melakukan pembayaran kurang bayar pada tanggal 15 September 2023 dan melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) pada tanggal 19 September 2023. Setelah melakukan pembetulan, PT X menerima Surat Tagihan Pajak (STP) pada tanggal 12 Oktober 2023, namun sampai saat ini belum dibayarkan karena belum menerima keputusan terkait sanksi administrasi

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: -
Uncontrolled Keywords: SP2DK, PPh Pasal 23, PPh Pasal 21
Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue > HJ2321-2323 Tax incidence. Tax shifting. Tax equity
H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ2240-5908 Revenue. Taxation. Internal revenue > HJ4919-4936 Capitation. Poll tax
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Bisnis > D3 Perpajakan
Creators:
CreatorsNIM
Amalia Nefira Rahmanda, -NIM152110713044
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorMienati Somya L, Dra., M.Si., Ak., BKP,NIDN0017026202
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 02 Dec 2025 01:20
Last Modified: 02 Dec 2025 01:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139332
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item