Ika Nurfiyanti Lestari, - (2024) Gambaran Kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) Dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) Pada Pasien Dengan HBSAG Positif Di RSUD Dr. Iskak Tulungagung Tahun 2023. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (FULLTEXT)
152110113004_Ika Nurfiyanti Lestari.pdf Restricted to Registered users only until 21 June 2024. Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Hepatitis B merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh hepatitis B virus (HBV). World Health Organization (WHO) memperkirakan 296 juta orang terinfeksi hepatitis B kronis pada tahun 2019. Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kematian akibat hepatitis B di Indonesia diperkirakan sebanyak 51.000 orang tiap tahun dan 140 kematian tiap hari. Diagnosis hepatitis B ditandai dengan adanya hepatitis B surface antigen (HBsAg) positif. Serum glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) menjadi indikator pemeriksaan untuk hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar SGOT dan SGPT pada pasien dengan HBsAg positif di RSUD dr. Iskak Tulungagung tahun 2023. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif pada 55 pasien dengan HBsAg positif. Hasil penelitian kadar SGOT pada pasien dengan HBsAg positif meningkat 87% dan normal 13% & SGPT meningkat 58% dan normal 42%. Distribusi jenis kelamin laki-laki 71% lebih banyak dibandingkan perempuan 29%. Kadar SGOT normal berjenis kelamin laki-laki 9% dan perempuan 4%. Kadar SGOT tidak normal berjenis kelamin laki-laki 62% dan perempuan 25%. Kadar SGPT normal berjenis kelamin laki-laki 20% dan perempuan 22%. Kadar SGPT tidak normal berjenis kelamin laki-laki memiliki 51% dan perempuan 7%. Kelompok usia terbanyak terjadi di kelompok lansia akhir 42%, lansia awal 29%, dewasa akhir 16%, dan manula 13%. Kadar SGOT normal berdasarkan usia didominasi lansia awal 5%, dewasa akhir 4%, dan lansia akhir 4%. Kadar SGOT tidak normal berdasarkan usia didominasi lansia akhir 36%, lansia awal 25%, manula 15%, dan dewasa akhir 13%. Kadar SGPT normal berdasarkan kelompok usia didominasi lansia akhir 15%, lansia awal 11%, dan dewasa akhir 9%, dan manula 9%. Kadar SGPT tidak normal berdasarkan jenis kelamin didominasi lansia akhir 25%, lansia awal 18%, dewasa akhir 7%, dan manula 5%.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | - | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | HBsAg, Hepatitis B, SGOT, SGPT | ||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine R Medicine > RZ Other systems of medicine |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Teknologi Laboratorium Medis | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | shiefti dyah alyusi | ||||||
| Date Deposited: | 02 Dec 2025 02:13 | ||||||
| Last Modified: | 02 Dec 2025 02:13 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139340 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


