Lailatul Muna, - (2024) Persentase Kejadian Retained Fetal Membrane (RFM) Pada Sapi Perah Di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (FULLTEXT)
152111213027_Lailatul Muna.pdf Restricted to Registered users only until 25 June 2024. Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Sapi perah merupakan salah satu ternak yang berkembang pesat di Indonesia yang dapat menghasilkan protein hewani berupa susu. Kesehatan reproduksi pada ternak terutama sapi perah merupakan salah satu faktor penting yang dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar pada sapi perah dikarenakan mempengaruhi produksi susu dan dapat memperpanjang calving interval atau jarak dari kelahiran ke kelahiran berikutnya sehingga harapan untuk menghasilkan anak sapi per tahun tidak dapat tercapai. Retained Fetal Membrane (RFM) adalah suatu kondisi patologis yang didefinisikan sebagai kegagalan pengeluaran selaput plasenta dalam waktu 24 jam setelah kelahiran. Tujuan dari pengamatan ini yaitu untuk mengetahui persentase dan penanganan serta pengobatan kejadian Retained Fetal Membrane (RFM) di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Pengambilan data dilakukan selama satu bulan yaitu dengan observasi melalui pengamatan dan wawancara secara langsung kepada peternak dan petugas kesehatan hewan di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang pada saat melakukan pelayanan kesehatan serta melihat data recording dari laporan kunjungan pelayanan kesehatan. Dari data didapatkan bahwa kejadian Retained Fetal Membrane (RFM) sebanyak 22 kasus dari total 284 sapi yang melahirkan dan didapatkan hasil persentase kejadian sebanyak 7,74% ternak yang mengalami kejadian Retained Fetal Membrane (RFM) di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Penanganan yang dilakukan di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang pada kasus Retained Fetal Membrane (RFM) dapat menggunakan 2 cara yaitu secara manual removal dan hormonal removal. Metode manual removal dapat dilakukan dengan cara melepas kotiledon yang masih terikat dengan karunkula induk dan hormonal removal dilakukan dengan menggunakan injeksi prostaglandin (PGF2α) disertai dengan pengobatan pendukung lain seperti obat antipiretik, antinyeri, serta antibiotik. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa kejadian Retained Fetal Membrane (RFM) di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang masih tergolong rendah.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kelahiran, Plasenta, Retained Fetal Membrane (RFM), Sapi perah | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | shiefti dyah alyusi | ||||||
| Date Deposited: | 03 Dec 2025 01:11 | ||||||
| Last Modified: | 03 Dec 2025 01:11 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139349 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


