Rizqon Ainur Nuril Fahmi, - (2024) Deteksi Antibodi Mycobacterium Paratuberculosis Pada Sapi Di Balai Besar Veteriner Wates Menggunakan Metode Elisa (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (FULLTEXT)
152111213033_Rizqon Ainur Nuril Fahmi.pdf Restricted to Registered users only until 24 June 2024. Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Paratuberkulosis atau Johne's Disease adalah penyakit menular pada hewan yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium avium subsp. paratuberculosis (MAP). Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi signifikan pada peternakan sapi perah akibat penurunan produksi susu, gangguan reproduksi, pengafkiran dini, dan calving interval yang lebih lama. Kasus paratuberkulosis telah dilaporkan di beberapa daerah Indonesia pada tahun 2017, seperti Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Tuban. Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, sebagai laboratorium di bawah Kementerian Pertanian, menyediakan layanan pengujian ELISA (Enzyme-linked immunosorbent assay) untuk mendeteksi paratuberkulosis. Tujuan dari pengamatan ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai peran BBVet Wates dalam melakukan pengujian yang lebih sensitif terhadap penyakit paratuberkulosis serta membuktikan bahwa metode ELISA merupakan metode pengujian yang tepat untuk penyakit ini. Pengamatan dilakukan dengan mengumpulkan data primer berupa nilai Optical Density (OD) dari 24 sampel serum sapi melalui pengujian ELISA. Pengumpulan data menggunakan teknik semi-kuantitatif, yaitu observasi langsung melalui eksperimen dan wawancara dengan laboran, serta menghasilkan data nilai absorbansi dan interpretasi hasil. Hasil pengujian ELISA menunjukkan 4 sampel positif (16,6%) dan 20 sampel negatif (83,4%). Sampel positif ditandai dengan perubahan warna substrat dari biru menjadi kuning setelah penambahan stop reaksi, yang berhubungan dengan jumlah antibodi terhadap MAP dalam sampel uji. ELISA terbukti bersifat efektif dan mampu digunakan dalam mendeteksi jumlah antibodi positif pada sampel serum darah sapi di Balai Besar Veteriner Wates. Pengujian ELISA ini memiliki waktu yang singkat dengan prosedur yang mudah dalam mendiagnosa paratuberkulosis.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | - | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Deteksi antibodi, Paratuberkulosis, ELISA | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.9 Veterinary epidemiology. Epizootiology S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF925 Veterinary physical medicine |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | shiefti dyah alyusi | ||||||
| Date Deposited: | 03 Dec 2025 02:39 | ||||||
| Last Modified: | 03 Dec 2025 02:39 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139362 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


