Analisis Hubungan Antara Personal Factor Dan Job Factor Dengan Tindakan Tidak Aman Pada Pekerja Offtake Station PT X

Sabila Rizqi Yassaroh, - (2024) Analisis Hubungan Antara Personal Factor Dan Job Factor Dengan Tindakan Tidak Aman Pada Pekerja Offtake Station PT X. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
79. 152111713082_SABILA RIZQI - abstrak.pdf

Download (189kB)
[img] Text (FULLTEXT)
79. 152111713082_SABILA RIZQI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id

Abstract

PT X merupakan perusahaan migas dengan proses produksi transmisi dan distribusi gas bumi. Proses produksi pada offtake station merupakan proses inti yang merupakan distribusi gas bumi. Tingkat kecelakaan pada sektor industri minyak dan gas sebagian besar penyebabnya adalah oleh faktor manusia dengan tindakan tidak aman dengan faktor teknis serta faktor lainnya. Faktor lain terjadinya tindakan tidak aman dapat disebabkan tingkat pengetahuan, pelatihan, dan sikap oleh pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman pada pekerja offtake station. Desain penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan total populasi sejumlah 30 pekerja. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu faktor personal yang meliputi usia, masa kerja, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap dan faktor pekerjaan yaitu pelatihan. Data didapatkan dari penyebaran kuesioner tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan tidak aman. Uji statistika yang digunakan yaitu tabulasi silang dan seluruh variabel diukur dari nilai koefisien kontingensi untuk mengetahui kuat hubungan dari dua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pekerja pada usia 36-45 tahun sebanyak 14 pekerja (46,7%), masa kerja lebih dari 10 tahun sebanyak 17 pekerja (56,7%), tingkat pendidikan SMA sebanyak 20 pekerja (66,7%), tingkat pengetahuan rendah sebanyak 20 pekerja (66,7%), sikap tidak baik sebanyak (23 pekerja (76,7%), pernah mengikuti pelatihan sebanyak 25 pekerja (83,3%) dan tindakan aman sebanyak 25 pekerja (83,3%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara usia (koefisien kontingensi = 0,320), masa kerja (koefisien kontingensi = 0,364), tingkat pendidikan (koefisien kontingensi = 0,222), sikap (koefisien kontingensi = 0,240) dengan tindakan tidak aman. Sedangkan terdapat hubungan yang sangat lemah antara tingkat pengetahuan (koefisien kontingensi = 0,063) dengan tindakan tidak aman. Terdapat hubungan yang sedang antara pelatihan (koefisien kontingensi = 0,461) dengan tindakan tidak aman. Perusahaan disarankan untuk mengadakan refreshment golden rules Corporate Live Saving Rules (CLSR) pada tiap offtake station secara berkala, sosialisasi peraturan, promosi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta penghargaan dan sanksi.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Uncontrolled Keywords: Tindakan Tidak Aman, Industri Migas, Tingkat Pengetahuan, Sikap.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TP751-762 Gas industry
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja
Creators:
CreatorsNIM
Sabila Rizqi Yassaroh, -NIM152111713082
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorTofan Agung Eka Prasetya, -NIDN0702078802
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 04 Dec 2025 06:50
Last Modified: 04 Dec 2025 06:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139425
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item