Febriana Nur Afiya, F (2023) Penanganan Paraparesis Anjing Dachshund dengan Metode Akupuntur di Klinik Intimedipet Surabaya. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (164kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (130kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (764kB) | Request a copy |
|
|
Text
6. BAB 3 METODE PENGAMATAN DAN MATERI.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (448kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (402kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (125kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (443kB) |
Abstract
Anjing Dachshund merupakan salah satu jenis anjing yang memiliki kaki pendek dan badan yang sedikit panjang. Anjing Dachshund memiliki sifat yang lincah, setia dan nyaman bermain. hal ini bisa mempengaruhi bagian tulang punggungnya, karena Anjing Dachshund harus menanggung ekstra beban dari badannya. Anjing Dachshund tidak disarankan untuk lompat-lompat yang berlebihan dan menaiki tangga. Hal ini untuk menghindari trauma pada tulang punggung Anjing Dachshund. Sehingga dengan adanya latar belakang ini maka tujuan dalam pengamatan ini adalah bagaimana cara mendiagnosa Anjing Dachshund yang menderita paraparesis karena trauma dan bagaimana pengaruh pemberian metode akupuntur pada Anjing Dachshund yang menderita paraparesis. Metode yang digunakan untuk Anjing Dachshund yang menderita paraparesis adalah dengan menggunakan terapi akupuntur sebagai alternatif utama yang digunakan. Hasil dari Anjing Dachshund yang bernama Kingston berjenis kelamin jantan berwarna coklat berumur 8 tahun dengan berat badan 3,8 kg menunjukkan tanda klinis paraparesis pada kedua kaki belakang yang diakibatkan trauma pada lumbal 6 dan 7. Penerapan terapi akupuntur pada titik GV-2 dan GV-4 dilakukan selama 10-15 menit dan dilaksanakan satu minggu dua kali, sampai menunjukkan hasil positif pada anjing Kingston. Terapi akupuntur menunjukkan hasil yang positif pada kasus paraparesis Anjing Kingston pada terapi ke-3. Kesimpulan dari pengamatan yang dapat ditarik adalah Anjing Dachshund yang menderita paraparesis karena trauma dengan metode akupuntur pada titik GV-2 dan GV-4 menunjukkan perkembangan yang membaik setelah dilakukannya terapi selama tiga kali.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akupuntur, anjing dachshund, kaki belakang, medula spinalis, paraparesis. | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF411-459 Pets > SF421-440.2 Dogs. Dog racing S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF910 Other diseases and conditions |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | indah rachma cahyani | ||||||
| Date Deposited: | 08 Dec 2025 04:36 | ||||||
| Last Modified: | 08 Dec 2025 04:36 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139474 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


