SITI MAISYAROH, 030315692
(2007)
PEROLEHAN HAK ATAS TANAH YANG BERASAL DARI TANAH TIMBUL.
Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Abstract
1.1 Tanah timbul sebagai tanah negara dan yang termasuk dalam kawasan lindung tidak dapat secara langsung dimohonkan haknya oleh petani pemilik ataupun penggarap, akan tetapi harus melalui musyawarah desa. Hasil dari musyawarah tersebut menghasilkan keputusan mengenai subyek dan obyeknya yang kemudian didaftarkan pada kantor BPN Kabupaten/Kota. Jadi penentuan mengenai subyek dan obyek dari tanah timbul tersebut dilakukan melalui rembug desa. Pendaftaran tanah timbul dilakukan secara sporadik pada Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota setempat.
1.2 Penguasaan tanah adalah hubungan hukum antara orang atau pihak tertentu dengan tanah atau antara orang dengan orang atau antar pihak tertentu dengan tanah. Penguasaan tanah timbul di daerah penelitian masih mendasarkan pada penguasaan tanah secara adat. Penguasaan atas tanah timbul pada umumnya diberikan atas hak yang berupa :
1) Hak Milik
2) Hak Pakai
3) Hak Guna Bangunan
Penggunaan tanah untuk kegiatan pertambakan terjadi sampai daerah bibir pantai. Keadaan pantai/sungai yang rawan abrasi/erosi mengharuskan
dilakukan kegiatan perlindungan kawasan pantai/sungai. Hal ini dapat dilakukan melalui penggunaan/pemanfaatan yang berwawasan lingkungan serta melakukan perlindungan sebagai usaha preventif untuk mencegah abrasi/erosi.
Actions (login required)
|
View Item |