Gambaran Kadar Hemoglobin A1c (HbA1c) Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Komplikasi Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Haji Jawa Timur Tahun 2021

Yasmin Auliya Hylmi (2022) Gambaran Kadar Hemoglobin A1c (HbA1c) Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Komplikasi Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Haji Jawa Timur Tahun 2021. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
151910113029 abstrak.pdf

Download (126kB)
[img] Text (FULL TEXT)
151910113029.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu dari penyakit penyumbang angka kematian terbesar di dunia. Indonesia sendiri menempati peringkat ke-7 dari 10 negara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak sebesar 10,7 juta jiwa. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah atau biasa disebut hiperglikemia. Kondisi hiperglikemia kronik pada penderita diabetes menyebabkan terjadinya penurunan fungsi ginjal yang dapat mengarah pada kejadian nefropati diabetik. Nefropati diabetik terjadi pada pembuluh kecil yang diakibatkan oleh kerusakan pembuluh darah halus pada ginjal yang dapat menimbulkan gangguan fungsi penyaringan darah pada glomerulus dan berujung pada kejadian Gagal Ginjal Kronik (GGK). Penegakkan diagnosis diabetes dapat melalui beberapa pemeriksaan laboratorium, salah satunya pemeriksaan kadar Hemoglobin A1c (HbA1c). Peningkatan kadar HbA1c dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi gagal ginjal kronik. Rancangan penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan 77 sampel pasien RSUD Haji Jawa Timur berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, dan kadar Blood Urea Nitrogen (BUN). Hasil analisis menunjukkan rerata kadar HbA1c pada pasien laki-laki penderita diabetes dengan komplikasi gagal ginjal cenderung lebih tinggi dibandingkan pasien perempuan yaitu sebesar 8,5%, rerata pasien diabetes dengan komplikasi gagal ginjal kronik yang memiliki kadar HbA1c tinggi didominasi pasien dengan rentang usia 50-73 tahun, dan pasien dengan kadar BUN tinggi (> 20 mg/dl) memiliki rerata kadar HbA1c yang lebih tinggi yaitu 8,5% dibandingkan pasien dengan kadar BUN normal. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa kadar HbA1c pada pasien diabetes dengan komplikasi gagal ginjal kronik secara sebagian besar berada di atas batas normal.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: 151910113029
Uncontrolled Keywords: Diabetes melitus, GGK, HbA1c, nefropati diabetic
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Teknologi Laboratorium Medis
Creators:
CreatorsNIM
Yasmin Auliya HylmiNIM151910113029
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorAmalia AjrinaNIDN-
Depositing User: Andri Yanti
Date Deposited: 09 Dec 2025 08:54
Last Modified: 09 Dec 2025 08:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139525
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item