Evaluasi Uji pH Urin Terhadap Program Dietary Cation Anion Difference Sebagai Pencegahan Hipokalsemia Pada Sapi Perah Masa Transisi Di PT. X

Angga Putra Pratama, ,- (2022) Evaluasi Uji pH Urin Terhadap Program Dietary Cation Anion Difference Sebagai Pencegahan Hipokalsemia Pada Sapi Perah Masa Transisi Di PT. X. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (14kB)
[img] Text (FULLTEXT)
151911213023.pdf
Restricted to Registered users only

Download (818kB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

Sapi perah merupakan hewan ternak yang menghasilkan susu yang harus diperhatikan dalam aspek mulai dari perbaikan dan pemenuhan gizi melalui pemberian pakan, peningkatan populasi sapi perah, menjamin efesiensi dan performa reproduksi, dan peningkatan mutu kualitas kesehatan sapi perah untuk mencapai hasil produksi yang tinggi. Masa transisi atau periode transisi sapi perah adalah masa kritis sapi perah yang berlangsung selama kurang lebih 2 minggu prepartus dan postpartus dalam mempertahankan keseimbangan energi untuk mencapai produktifitas. Tak heran, seringkali terjadi gangguan fisiologis pada sapi perah di masa transisi. Salah satu gangguan fisiologis pada sapi perah di masa transisi adalah terjadinya hipokalsemia. Hipokalsemia merupakan gangguan metabolisme yang menyebabkan rendahnya kadar kalsium dalam darah. Terjadinya hipokalsemia diakibatkan karena turunnya efek stimulasi hormon paratiroid untuk memproduksi kalsium dan cadangannya pada masa transisi, sehingga akan terjadi hipokalsemia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi kejadian hipokalsemia pada sapi perah terutama pada saat di masa transisi, dilakukan penerapan program Perbedaan Diet Kation Anion. Perbedaan Diet Kation Anion diberikan melalui pakan dengan menambahkan mineral yang mengandung ion kation dan anion yang seimbang untuk mencapai hasil yang optimal. PT.X menerapkan program Perbedaan Diet Kation Anion pada sapi perah di masa transisi untuk hasil yang positif yakni menyeimbangkan energi negatif salah satunya mencegah hipokalsemia. Pakan sapi perah transisi diberikan tambahan mineral yang bernama pakan premix paket. Evaluasi dalam pemberian diet dilakukan dengan melakukan pengujian pH urin pada 10 ekor sapi perah transisi secara acak untuk melihat rata-rata pH tubuh sapi perah saat dalam masa transisi. Diet dikatakan optimal apabila pH urin yang diuji dalam angka 6.0-7.0 dengan toleransi pH 6.0 kebawah yakni asam asalkan tidak timbul terjadinya kasus asidosis metabolik yang berlebih. Hasil yang ditunjukkan dari pengujian pH urin bulan Maret banyak dalam indikasi normal yakni sebanyak 11 kali pengujian yang dinilai optimal dan tidak terjadi kasus hipokalsemia pada bulan Maret hingga 0%.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Uncontrolled Keywords: Diet, Hipokalsemia, Kalsium, Masa Transisi, pH Urin
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF915-919.5 Veterinary pharmacology
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner
Creators:
CreatorsNIM
Angga Putra Pratama, ,-NIM151911213023
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorDony Chrismanto, ,-NIDN0020127708
Depositing User: Guruh Haris Raputra, S.Sos., M.M.
Date Deposited: 10 Dec 2025 02:21
Last Modified: 10 Dec 2025 02:21
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139533
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item