FRIDA YULIANA, - (2024) GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KELUHAN GOTRAK PADA PEKERJA AREA CUTTING DAN OUTGOING INSPECTION PLANT 2 PT.X. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (FULLTEXT)
152111713074.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (86kB) |
Abstract
Gangguan Otot Rangka (GOTRAK) adalah keluhan yang dirasakan oleh seseorang pada bagian otot skeletal, mulai dari gejala yang ringan sampai dengan gejala yang parah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor penyebab keluhan GOTRAK pada pekerja cutting dan outgoing inspection pada plant 2 PT. X. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional karena dilakukan pada waktu tertentu. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan dengan standar acuan SNI 9011 tahun 2021 dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan pekerja cutting dan outgoing inspection dengan keluhan GOTRAK tinggi mayoritas ada pada pekerja dengan rentang usia 26 – 35 tahun mengalami keluhan pada bagian tubuh siku yaitu 2 pekerja (100.0%), pada kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) 18,25 – 25 (normal) mengalami keluhan pada bagian tubuh bahu dan lengan yaitu 4 pekerja (100.0%), pada kategori kebiasaan olahraga <1,5 jam/minggu mengalami keluhan pada bagian tubuh paha yaitu 3 pekerja (100.0%) dan pada kategori masa kerja > 10 tahun mengalami keluhan pada bagian lutut yaitu 1 pekerja (100.0%). Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil tingkat risiko keluhan GOTRAK berdasarkan risiko bahaya ergonomi pada pekerja kategori tinggi terdapat pada bagian tubuh punggung bawah yaitu 22 pekerja (100.0%). Saran melakukan peregangan yang dilakukan disela - sela waktu kerja untuk meningkatkan sirkulasi darah, membantu meredakan ketegangan saraf, dan melatih otot agar lepbih kuat, melakukan olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda dan berenang selama 30-45 menit, 3-5 kali seminggu, Safety Health and Environment (SHE) memberikan edukasi pada pekerja mengenai postur tubuh yang benar saat bekerja, melakukan modifikasi alat kerja dengan menambahkan ketinggian meja sebesar 12 cm dan pengadaan korset untuk operator agar postur pekerja lebih tegak untuk mengurangi keluhan pada punggung.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | MSDs, Ergonomic Hazard Risk, Individual Factors, Indonesian National Standard 9011 - 2021 | ||||||
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention | ||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ny Wahyuni - | ||||||
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 04:05 | ||||||
| Last Modified: | 15 Dec 2025 04:05 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139727 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


