ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA FABRIKASI DI WORKSHOP PT ASUKA ENGINEERING INDONESIA

ELVIANI ROSA INAWATI SETIAWAN, - (2024) ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA FABRIKASI DI WORKSHOP PT ASUKA ENGINEERING INDONESIA. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (FULLTEXT)
151911713018.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (46kB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Kegiatan fabrikasi terdiri dari pengelasan, penggerindaan, dan pemotongan yang mengadopsi postur kerja yang tidak ergonomis sehingga berisiko menimbulkan terjadinya gangguan subyektif MSDs. Keluhan Subyektif Musculoskeletal Disorders (MSDs) adalah keluhan pada bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan yang sangat ringan sampai sangat sakit. MSDs dapat dipengaruhi oleh faktor individu (usia, masa kerja, kebiasaan olahraga, dan kebiasaan merokok) dan faktor pekerjaan (postur kerja dan durasi kerja). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara faktor individu dan faktor pekerjaan dengan keluhan subyektif MSDs pada pekerja helper fabrikasi di workshop PT Asuka Engineering Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Responden merupakan pekerja fabrikasi di workshop PT Asuka Engineering Indonesia sebanyak 35 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah dengan membaca hasil koefisien kontingensi pada aplikasi pengolah data. Responden yang mengalami keluhan subyektif MSDs lebih banyak pada kategori tingkat sedang yaitu 14 responden (40%). Responden dengan usia >35 sebanyak 18 responden (51,4%), masa kerja ≥ 5 tahun sebanyak 19 responden (54,3%), kebiasaan olahraga dalam kategori cukup sebanyak 30 responden (85,7%), kebiasaan merokok kategori perokok ringan sebanyak 16 responden (45,7%), postur kerja dengan kategori risiko sedang sebanyak 25 responden (71,4%), dan durasi kerja >8 jam sebanyak 23 responden (65,7%). Terdapat hubungan yang kuat antara usia (C=0,507), masa kerja (C=0,603), dan kebiasaan merokok (C=0,504) dengan keluhan subyektif MSDs. Terdapat hubungan yang lemah antara kebiasaan olahraga (C=0,122), postur kerja (C=0,262) dan durasi kerja (C=0,386) dengan keluhan subyektif MSDs. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko MSDs yaitu mengatur jam istirahat, mengadakan sosialisasi tentang ergonomi, menata ulang area kerja, menambahkan alat bantu kerja yang lebih memadai, menambahkan kegiatan peregangan otot, dan melaksanakan MCU.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Uncontrolled Keywords: Musculoskeletal Disorders (MSDs), faktor individu, faktor pekerjaan
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3661-3674 Public safety
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja
Creators:
CreatorsNIM
ELVIANI ROSA INAWATI SETIAWAN, -NIM 151911713018
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorRatnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani, -NIDN
Depositing User: Ny Wahyuni -
Date Deposited: 15 Dec 2025 04:35
Last Modified: 15 Dec 2025 04:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139730
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item