Hubungan Teknik Pencucian Pada Sayur Kubis Dengan Prevalensi Telur Soil Transmitted Helminths Di Pasar Kota Surabaya Timur

Rizky Dewi Prabandari (2022) Hubungan Teknik Pencucian Pada Sayur Kubis Dengan Prevalensi Telur Soil Transmitted Helminths Di Pasar Kota Surabaya Timur. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
151910113021 abstrak.pdf

Download (77kB)
[img] Text (FULL TEXT)
151910113021.pdf

Download (3MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Kebiasaan masyarakat Indonesia mengkonsumsi sayuran yang diolah secara minimal merupakan salah satu resiko terinfeksi penyakit kecacingan. Salah satu sayuran yang sering diolah secara minimal adalah kubis. Bentuk kubis yang berlekuk-lekuk memungkinkan adanya parasit seperti nematoda usus jika cara pencucian yang dilakukan kurang baik. Maka dari itu mengetahui teknik pencucian kubis yang tepat sangat diperlukan guna meminimalisir kontaminasi dari parasit, khususnya Soil Transmitted Helminths. Rancangan penelitian yang digunakan adalah true eksperimental design yang menjelaskan hubungan teknik pencucian terhadap prevalensi telur Soil Transmitted Helminths di Pasar Yamuri, Pasar Kali, Pasar Pacar Keling dan Pasar Tempurejo, Kota Surabaya. Total sampel yang diambil adalah 30 sampel kubis dengan cara simple random sampling. Pemeriksaan dilakukan menggunakan teknik sedimentasi dengan NaCl 0,9% di bawah mikroskop dengan dua kategori yaitu: teknik pencucian yang kurang baik adalah teknik pencucian dengan dibilas bagian dalam dan luarnya dengan cara direndam atau tidak dicuci, sedangkan teknik pencucian dianggap baik apabila kubis dicuci menggunakan air mengalir dan dibilas bagian dalam dan luarnya selama 30 detik. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Parasitologi Rumah Sakit Universitas Airlangga. Kemudian data akan diolah dengan SPSS secara univariat dan bivariat menggunakan fisher exact. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kubis tanpa pencucian terkontaminasi STH sebanyak 20%, sedangkan kubis yang dicuci menggunakan air mengalir dan direndam tidak menunjukkan adanya kontaminasi Soil Transmitted Helminths. Berdasarkan analisis bivariat nilai sig 0,173 (>0,05). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik pencucian kubis tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap prevalensi telur Soil Transmitted Helminths.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: 151910113021
Uncontrolled Keywords: Kubis, Teknik Pencucian, Nematoda Usus
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Teknologi Laboratorium Medis
Creators:
CreatorsNIM
Rizky Dewi PrabandariNIM151910113021
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorLynda RossyantiNIDN0009058202
Depositing User: Andri Yanti
Date Deposited: 15 Dec 2025 06:24
Last Modified: 15 Dec 2025 06:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139738
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item