MOCHAMMAD ANDREAN PAMUJA, - (2024) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA PENGEMASAN SEKUNDER DI PT X KABUPATEN SIDOARJO. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (FULLTEXT)
152111713059.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (168kB) |
Abstract
Kelelahan kerja adalah suatu pola yang timbul pada suatu keadaan yang secara umum terjadi pada pekerja, dimana pekerja sudah tidak mampu lagi untuk melakukan pekerjaan sehingga mengakibatkan produktivitas menjadi menurun. Kelelahan kerja dapat di pengaruhi oleh faktor internal dan beban kerja fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor internal (usia, jenis kelamin, status gizi, dan masa kerja) dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja pengemasan sekunder di PT X menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pengukuran kelelahan kerja menggunakan kuesioner IFRC (Industrial Fatigue Research Committee) dan untuk mengetahui beban kerja fisik menggunakan %CVL (Cardiosvascular Load). Penelitian ini dilakukan sejak bulan April hingga Mei 2024 dengan total sampel 75 pekerja yang dipilih secara random sampling. Analisa data pada penelitian ini menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dan Koefisien Kontingensi. Diketahui dari penelitian ini mayoritas usia pekerja adalah usia 25 sampai 35 tahun sebanyak 43 orang (57,3%), jenis kelamin adalah kategori jenis kelamin perempuan sebanyak 55 orang (73,3%), status gizi adalah kategori status gizi normal sebanyak 33 orang (44%), masa kerja adalah kategori masa kerja <5 tahun sebanyak 29 orang (38,7%), dan beban kerja fisik adalah kategori diperlukan perbaikan sebanyak 46 orang (61,3%). Variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja antara lain status gizi (p-value = 0,001), masa kerja (p-value = 0,001), beban kerja fisik (p-value = 0,001), dan variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja adalah usia (p-value = 0,109) dan jenis kelamin (C = 0,217). Saran yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan sosialiasi dampak dari kelelahan kerja dan cara pencegahannya, peregangan otot sebelum bekerja dan disela-sela waktu kerja, sosialisasi dan konseling gizi guna mengetahui IMT secara berkala setiap bulan, menyediakan catering dengan asupan gizi yang cukup bagi pekerja, dan memberikan edukasi tentang pentingnya istirahat yang cukup dan menjaga pola jam tidur.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Beban kerja fisik, Faktor internal, Kelelahan kerja | ||||||
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T55-T55.3 Industrial safety. Industrial accident prevention | ||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ny Wahyuni - | ||||||
| Date Deposited: | 17 Dec 2025 02:40 | ||||||
| Last Modified: | 17 Dec 2025 02:40 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139782 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


