Adhel Asrianto Putri
(2024)
Hubungan Stigma Sosial Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Dengan Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Negeri Cerme.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
Abstract
Anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki kelainan yang signifikan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya, baik secara fisik maupun emosional jika dibandingkan dengan anak-anak sebayanya. Hal ini membuat keluarga dari ABK memiliki tanggungan yang lebih besar dalam merawat anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stigma sosial dengan tingkat kecemasan pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Penelitian menggunakan analisis korelasi dengan metode pendekatan cross sectional, penelitian ini dilakukan di SLBN Cerme. Populasinya yaitu seluruh ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di SLBN Cerme sebanyak 116 responden, dengan sampel 54 responden menggunakan teknik simple random sampling, alat ukur menggunakan kuisioner, dan dianalisis menggunakan korelasi spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stigma sosial rendah sebanyak 22 responden (40,7%), memiliki stigma sosial sedang dengan 19 responden (35,2%), tidak ada stigma sosial dengan 12 responden (22,2%), dan stigma berat dengan 1 responden (1,9%), dengan hampir seluruh responden memiliki tingkat kecemasan sedang dengan 24 responden (44,4%), 16 responden (29,6%) dengan kecemasan ringan, 7 responden (13,0%) dengan tidak ada kecemasan, 6 responden (11,1%) dengan kecemasan berat, dan 1 responden (1,9%) dengan panik. Hasil uji statistik dengan nilai probabilitas (0,000 ≤ 0,005) dengan nilai korelasi 0,002 dan arah hubungan positif. Dengan demikian H1 diterima dan didapatkan kesimpulan ada hubungan stigma sosial dengan Tingkat kecemasan pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus di SLBN Cerme Tahun 2024. Diharapkan bagi orang tua dapat menerima keadaan secara lapang dada dan memberikan perhatian khusus pada anak
Actions (login required)
 |
View Item |