DEVI DWI KUSTIANTI, - (2024) PENANGANAN KASUS SUSPECT FELINE CALICI VIRUS (FCV) PADA KUCING DI UPTD KLINIK HEWAN DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN JEMBER. Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (FULLTEXT)
152111213006.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf Download (40kB) |
Abstract
Feline Calici Virus (FCV) merupakan penyebab utama penyakit saluran pernapasan atas pada kucing, dengan distribusi luas pada populasi kucing.Virus ini menyebabkan ulcerasi pada mulut kucing, terutama pada lidah dan langit-langit mulut. Virus tersebut sangat menular pada kucing, juga dapat menyebabkan penyakit serius dan bahkan fatal. Studi ini bertujuan untuk memaparkan proses penanganan kasus suspect Feline Calici Virus (FCV) pada kucing ras domestik berwarna abu-abu hitam dengan jenis kelamin jantan, berumur 5 bulan. Status kucing diketahui memiliki berat badan 2,5 kg dengan suhu tubuh 39,4 derajat Celsius. Pemeriksaan dilakukan dengan mengamati gejala yang ditemukan seperti diantaranya, suhu tubuh kucing relatif tinggi sehingga mengakibatkan kucing demam, sariawan dan ulcer di rongga mulut kucing terutama di bagian lidahnya, dan mata yang berair. Gejala klinis berikutnya yakni kucing lemas, lesu, tidak nafsu makan, dan gelisah. Dari hasil diagnosa dari anamnesa serta pemeriksaan fisik, menunjukkan bahwa kucing sedang mengalami suspect Feline Calici Virus (FCV). Tindakan penanganan yang diberikan adalah dengan pemberian obat terapi injeksi antibiotik penicillin yang mengandung procain penicillin G, benzatin penicillin G, dengan dosis 0,3 ml, antipiretik tolfedine yang setiap 100 ml mengandung 8 g tolfenamic acid dengan dosis 0,07 ml, dan vitamin vitol yang tiap mililiter mengandung retinol-palmitate 80.000 IU, cholicalciferol 40.000 IU, a- tocopherol acetate 20 milligram dengan dosis 1 ml, serta obat-obatan tersebut diberikan secara injeksi intramuscular. Selain pemberian terapi pengobatan, memperhatikan frekuensi makan dan minum kucing menjadi hal terpenting untuk menjaga tubuh kucing agar tidak sampai drop.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Domestik, Kucing, Feline Calici Virus (FCV), Penanganan | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology | ||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Ny Wahyuni - | ||||||
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 07:13 | ||||||
| Last Modified: | 19 Dec 2025 07:13 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139918 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


