Gavrila Eka Hestiana (2022) Deteksi Antibodi Ayam Terhadap Avian Influenza Virus Strain H5N1 Dan H9N2 Pascavaksinasi Kombinasi Melalui Uji Hemagglutination Inhibition Di Pusat Veteriner Farma. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (ABSTRAK)
151911213017 abstrak.pdf Download (692kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
151911213017.pdf Download (2MB) |
Abstract
Industri peternakan di Indonesia menjadi salah satu industri yang memiliki kontribusi tinggi terhadap penyediaan produksi ternak, peningkatkan pendapatan, perluasan dan penciptaan lapangan pekerjaan. Peternakan unggas merupakan salah satu subsektor peternakan yang diprediksi mengalami kenaikan produksi relative besar yang didorong oleh banyaknya permintaan konsumen. Tingginya permintaan konsumen yang tidak diimbangi dengan ketatnya biosecurity pada unit produksi merepresentasikan faktor risiko terbesar penularan virus. Salah satu virus yang memiliki penyebaran tinggi adalah Avian Influenza. Prevalensi paparan virus tersebut terbilang tinggi di berbagai wilayah Indonesia mengakibatkan kerugian yang tinggi pada sebagian besar peternakan unggas. Dengan demikian, perlu upaya pengendalian berupa vaksinasi. Untuk menunjang program vaksinasi, penting dilakukannya monitoring titer antibodi pascavaksinasi. Uji potensi serologi dengan uji Hemagglutination Inhibition dipilih dikarenakan memiliki sensitivitas dan keakuratan tinggi. Pada pengamatan ini menggunakan sepuluh ekor ayam Specific Antibody Negative yang divaksinasi menggunakan vaksin kombinasi Highly and Low Pathogenic Avian Influenza. Sepuluh ayam lainnya digunakan sebagai kelompok kontrol (tidak divaksinasi). Minggu ke-3 pascavaksinasi, serum ayam dilakukan deteksi antibodi terhadap kategori Low Pathogenic Avian Influenza. Deteksi terhadap kategori Highly Pathogenic Avian Influenza dilakukan pada minggu ke-4. Antibodi yang berikatan dengan virus akan mencegah pengikatan virus dengan eritrosit sehingga hasil positif ditandai dengan tidak adanya aglutinasi. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menghitung Geometric Mean Titer, Coefficient Variasi, dan persentase kebal. Hasil yang diperoleh memiliki Geometric Mean Titer ≥ log 24 dari sampel yang divaksinasi untuk kategori Highly Pathogenic Avian Influenza dan bernilai ≥ log 27 untuk kategori Low Pathogenic Avian Influenza, Coefficient Variasi bernilai > 0.35, dan memiliki persentase kebal ≥ 80 %. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa serum ayam pascavaksinasi kombinasi yang dideteksi melalui uji Hemagglutination Inhibition memiliki titer antibodi yang protektif, seragam, dan ideal.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | 151911213017 | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Avian Influenza, Uji Hemagglutinasi Inhibition (HI), Vaksinasi Kombinasi Highly and Low Pathogenic Avian Influenza | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.9 Veterinary epidemiology. Epizootiology | ||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Andri Yanti | ||||||
| Date Deposited: | 22 Dec 2025 05:10 | ||||||
| Last Modified: | 22 Dec 2025 05:10 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139953 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


