Dewi Restifia Ningrum, D (2023) Persentase Kasus Diare pada Kucing di Klinik Indosatwa Surabaya Tahun 2022-2023. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (59kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (70kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (66kB) |
|
|
Text
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (73kB) |
|
|
Text
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
6. BAB 3 METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (208kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (205kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (68kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (133kB) |
Abstract
Penyakit gastrointestinal merupakan penyakit yang menyerang pada hewan kucing dan menempati urutan kedua setelah anjing yaitu sebanyak 2938 kasus (33,34%) pada tahun 2004 – 2006 di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga. Kucing sendiri juga diketahui sebagai inang definitif untuk beberapa infeksi protozoa gastrointestinal yang dapat menyebabkan diare. Kejadian penyakit gastrointestinal masih menjadi penyakit saluran pencernaan yang terabaikan pada hewan dan manusia. Penyakit ini perlu diperhatikan karena penyebarannya pada kucing secara masif dan beberapa diantaranya zoonosis. Pada penyakit gastrointestinal pada umumnya ditemui gejala klinis diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase serta menganalisis data penyakit atau kejadian diare pada pasien kucing di Klinik Indosatwa Surabaya. Pengambilan data dilakukan dengan merekap rekam medik yang ada di Klinik Indosatwa Surabaya pada periode bulan Januari 2022 – Januari 2023. Seluruh data rekam medik kejadian diare pada kucing di klinik Indosatwa Surabaya tersebut berjumlah 243 kasus. Tingkat kejadian diare pada kucing tertinggi didapatkan pada bulan Januari 2023 dengan hasil persentase sebesar 5,83%, sedangkan kejadian diare terendah didapatkan pada bulan September 2022 dengan persentase sebesar 1,78%. Kejadian diare dapat disebabkan oleh infeksi protozoa, infeksi virus, infeksi bakteri, serta kebersihan makanan maupun peralatannya. Pencegahan kejadian diare pada kucing dapat dilakukan dengan cara meningkatkan sanitasi dan higienitas dari hewan maupun pemilik hewan kesayangan tersebut dengan cara membersihkan dan mencuci peralatan makan, litter box, dan kandang menggunakan air hangat secara berkala, serta melakukan deteksi dini apabila diketahui hewan kesayangan terjangkit atau terinfeksi penyakit akan mempermudah melakukan penanganan dari suatu penyakit.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kucing, Diare, Tingkat Kejadian | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF411-459 Pets > SF441-450 Cats S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | indah rachma cahyani | ||||||
| Date Deposited: | 27 Dec 2025 09:08 | ||||||
| Last Modified: | 27 Dec 2025 09:08 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140015 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


