Iella Claudya Daniar Amanda, I (2023) Penanganan Pasca Operasi Fraktur Tibiafibula Bagian Sinister pada Anjing Dachshund di Klinik Hewan Indosatwa 2020 Surabaya. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (117kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (69kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (68kB) |
|
|
Text
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (79kB) |
|
|
Text
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Download (107kB) |
|
|
Text
6. BAB 3 METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (85kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (84kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (70kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (106kB) |
Abstract
Anjing merupakan salah satu hewan yang sering dijadikan sebagai hewan peliharaan dikalangan masyarakat. Karena dapat beradaptasi dengan baik, dilatih dengan mudah dan mampu menjadi teman bagi manusia. Memelihara hewan seperti anjing ini juga harus disertai dengan menjaga kesehatannya dan diawasi pergerakannya agar kucing terhindar dari segala penyakit dan hal yang tidak dinginkan. Laporan kasus ini ditinjau dari seekor anjing dachshund yang berjenis kelamin jantan bernama Venom, berumur 9 (Sembilan) bulan, dengan berat badan 6 kg, dan memiliki warna bulu hitam dan coklat yang mengalami fraktur tibia fibula pada kaki kiri belakang. Metode penanganan yang dilakukan pada kasus ini yaitu mengambil Tindakan yaitu pemeriksaan diagnostic berupa X-Ray, apabila telah di ketahui bagian mana yang mengalami fraktur maka penanganan selanjutnya yaitu operasi fraktur tibia fibula. Penanganan operasi yang didapatkan oleh anjing venom yaitu penyambungan tulang tibia fibula menggunakan pin dan plate untuk menyanggah bagian kaki yang patah. Anjing tersebut didiagnosis dengan fraktur oblique pada Tulang Tibia Fibula sinister dengan prognosis Fausta. Pasca operasi anjing diberikan injeksi intramox dan injeksi glucortin o,6 ml dengan diberikan secara intramuscular. Diberikan obat oral yaitu furosemide dengan dosis 0,5 mg/kgBB diberikan dalam sehari satu kali selama sepuluh hari dan amoxicillin tablet dengan dosis 10 mg/kgBB diberikan dalam satu hari dua kali selama sepuluh hari.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anjing, Fraktur Tibia Fibula, Anjing Dachshund,patah tulang anjing. | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF411-459 Pets > SF421-440.2 Dogs. Dog racing S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF910.5 Veterinary orthopedics |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | indah rachma cahyani | ||||||
| Date Deposited: | 01 Jan 2026 07:53 | ||||||
| Last Modified: | 01 Jan 2026 07:53 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140041 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


