Ahmad Fikri Ramadhani Angkoso, A (2023) Tatalaksana Penanganan Retained Fetal Membranes (RFM) pada Sapi Perah di Desa Precet Kecamatan Precet Kabupaten Malang Jawa Timur. Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (362kB) |
|
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (308kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (344kB) |
|
|
Text
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (315kB) |
|
|
Text
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Download (591kB) |
|
|
Text
6. BAB 3 METODE PENGAMATAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (365kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (432kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 2028. Download (361kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (445kB) |
Abstract
Sapi merupakan hewan ternak yang memiliki banyak manfaat bagi manusia, selain dijadikan tenaga kerja, sapi juga bisa diambil daging dan susunya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia. Sapi menghasilkan sekitar 50% (45-55%) kebutuhan daging, 95% kebutuhan susu, dan 85% kebutuhan kulit di dunia. Namun, usaha perternakan di Indonesia hingga saat ini masih sering menjumpai banyak kendala, salah satunya yaitu sebagian besar banyak mengalami gangguan reproduksi menuju kemajiran pada ternak betina. Tugas Akhir ini untuk mengetahui bagaimana penanganan apabila ada yang terjadi retensio plasenta, bagaimana mendiagnosa sapi yang mengalami kasus retensio plasenta sehingga dapat menentukan penyebabnya, dan bagaimana mencegah terjadinya retensio plasenta. Kasus retensio plasenta di Desa Precet, Kecamatan Precet, Kabupaten Malang, Jawa Timur khususnya milik Pak Sanuri diberikan penanganan berupa manual removal, pemberian hormon PGF2α, dan vitamin. Diagnosa sapi mengalami retensio plasenta, berdasarkan hasil anamnesa dari pemilik dan ditunjang dengan gejala klinis yang dimana terdapat selaput plasenta yang masih menggantung pada bagian bibir vulva induk serta belum keluar selama 12 jam setelah partus. Perlakuan manual removal dilakukan dengan menarik sisa plasenta yang masih menggantung di bibir vulva, perlakuan ini harus dilakukan secara hati-hati, jika tidak, maka akan menyebabkan perlukaan pada saluran reproduksi. Namun, apabila masih sulit untuk dikeluarkan, suntikan hormon PGF2α dengan dosis 2 ml melalui intra muscular (IM) untuk merangsang induk merenjan mengeluarkan sisa plasenta. Lalu, injksi vitamin A,D,E untuk memulihkan tenaga induk. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah perlakuan manual removal pada kasus retensio plasenta ini merupakan perlakuan yang sangat efesien. Namun, perlu diperhatikan juga bila terjadi kasus retensio plasenta agar diusahakan langsung ditangani. Jika tidak, maka akan memicu penyakit reproduksi lainnya.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | gangguan reproduksi, manual removal, PGF2?, retensio plasenta, sapi perah | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Paramedik Veteriner | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | indah rachma cahyani | ||||||
| Date Deposited: | 01 Jan 2026 08:05 | ||||||
| Last Modified: | 01 Jan 2026 08:05 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140043 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


