Lailatul Fitria nurhidayah, -
(2025)
Gambaran Disonansi Kognitif Pada Perempuan Emerging Adulthood Korban Toxic Relationship dalam Berpacaran.
Repository Universitas Airlangga.
(Unpublished)
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah_113221059_LAILATUL FITRIA NURHIDAYAH.pdf
Download (636kB)
|
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan perempuan emerging adulthood (18-25 tahun) di Indonesia sulit keluar dari hubungan toxic. Penelitian berfokus pada pengalaman subjektif dua partisipan utama yang pernah atau sedang menjalani hubungan toxic selama 6-18 bulan, dengan dukungan dua significant others sebagai informan tambahan. Pemilihan partisipan menggunakan purposive sampling. Metode yang digunakan adalah studi kasus instrumental melalui wawancara mendalam, dengan analisis theory driven berdasarkan Teori Disonansi Kognitif Festinger. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa disonansi kognitif merupakan faktor psikologis utama yang melatarbelakangi kesulitan partisipan untuk keluar dari hubungan tersebut. Disonansi muncul sebagai konflik antara keyakinan idealistik tentang cinta dengan perilaku tetap bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan dan merugikan. Untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, partisipan melakukan mekanisme reduksi disonansi berupa justifikasi atau rasionalisasi terhadap perilaku negatif pasangan pertisipan. Mekanisme inilah yang secara efektif menciptakan ketergantungan emosional dan trauma bonding, sehingga memperpanjang siklus kekerasan dan mempertahankan hubungan toxic.
Actions (login required)
 |
View Item |