HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN ONLINE SOCIAL SUPPORT DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA EMERGING ADULTS

Bintang Kurnia Putra, - HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN ONLINE SOCIAL SUPPORT DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA EMERGING ADULTS. Repository Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img] Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah_111911133161_Bintang Kurnia Putra.pdf

Download (329kB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi penggunaan media sosial dan online social support dengan kesehatan mental pada emerging adults. Frekuensi penggunaan media sosial merujuk pada tingkat keseringan individu mengakses dan terlibat di media sosial dalam keseharian, karena dipandang mudah dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan emosional, kognitif, dan sosial serta menjaga konektivitas dengan orang lain (Olufadi, 2016). Online Social Support didefinisikan sebagai dukungan sosial yang berlangsung melalui kanal daring (Lin dkk., 2016). Kesehatan mental didefinisikan sebagai sebagai hadirnya perasaan positif serta keberfungsian psikososial yang adaptif (Keyes & Haidt, 2003). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Pengumpulan data frekuensi penggunaan media sosial menggunakan Social Networking Time Use Scale (Olufadi, 2016) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Ardiany & Ardi (2022). Pengumpulan data online social support menggunakan Online Social Support Scale (Lin dkk., 2016) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Aini (2018). Pengumpulan data kesehatan mental menggunakan Mental Health Continuum – Short Form (Keyes dkk., 2008) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh (Putra, 2023). Partisipan berjumlah 153 orang. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi spearman’s rho menggunakan SPSS Statistic 31 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara frekuensi penggunaan media sosial dan online social support dengan kesehatan mental pada emerging adults. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tinggi rendahnya frekuensi penggunaan media sosial serta tinggi rendahnya online social support yang diterima oleh emerging adults tidak berkaitan dengan apakah mereka berada pada kondisi kesehatan mental flourishing, moderate, atau languishing.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: media sosial, online social support,emerging adult
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF712-724.85 Developmental Psychology
Divisions: 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi
Creators:
CreatorsNIM
Bintang Kurnia Putra, -111911133161
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorBani Bacan Hacantya Yudanagara, -NIDN0004099109
Depositing User: Bintang Kurnia Putra
Date Deposited: 19 Jan 2026 01:59
Last Modified: 19 Jan 2026 01:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140125
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item