Amadea Shafa Kinanthi, -
(2025)
Peran Self Control dan Dukungan Sosial terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja pada Remaja Awal Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Repository Universitas Airlangga.
(Unpublished)
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Artikel Ilmiah)
Peran Self Control dan Dukungan Sosial terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja pada Remaja Awal Sekolah Menengah Pertama (SMP)_Amadea Shafa Kinanthi.pdf
Download (265kB)
|
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran antara self control dan dukungan sosial terhadap kecenderungan kenakalan remaja pada remaja awal Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kenakalan remaja seperti membolos sekolah, merokok, mencuri, dan melanggar tata tertib, merupakan fenomena yang masih sering dijumpai pada remaja awal yang sedang berada pada fase transisi perkembangan. Metode yang dipilih pada penelitian ini ialah metode kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 145 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Formal yang berkisar 12 sampai 15 tahun dan bersekolah di Jawa Timur. Alat ukur yang digunakan dalam mengukur kecenderungan kenakalan remaja yaitu skala kenakalan remaja oleh Jensen (1985) (43 item; α = 0,964). Alat ukur yang digunakan dalam mengukur self control yaitu Self-Control Scale (SCS) yang dikembangkan oleh Tangney dkk. (2018) (24 item; α = 0,858). Alat ukur yang digunakan dalam mengukur dukungan sosial, yakni Social Provisions Scale yang dikembangkan oleh Cutrona dan Russell (1987) (23 item; α = 0,874). Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS versi 27 for Mac. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwasanya self control dan dukungan sosial memiliki peran secara simultan terhadap kecenderungan kenakalan remaja yang melanggar status dengan nilai R Square sebesar 0,170 atau 17%. Sedangkan hasil signifikansi pada analisis regresi yaitu F = 14,499.
Actions (login required)
 |
View Item |