PENANGANAN KOMUNIKASI KRISIS DI LINGKUNGAN KPP PRATAMA SORONG PASCA KONFLIK PAPUA 2019

SATRIYO WIDHI PAMUNGKAS, - (2022) PENANGANAN KOMUNIKASI KRISIS DI LINGKUNGAN KPP PRATAMA SORONG PASCA KONFLIK PAPUA 2019. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
072014853020.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penanganan situasi komunikasi krisis pada KPP Pratama Sorong baik secara internal maupun eksternal pasca konflik Papua 2019. Teori yang dipakai pada penelitian ini adalah Lima tahap Strategi Komunikasi Krisis Model Crisis and Emergency Risk Communication (CERC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan berfokus pada fenomena penanganan komunikasi krisis dalam konflik Papua 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan komunikasi krisis telah dilakukan pada lima tahap. Pada tahap pertama upaya memfasilitisasi bentuk perubahan perilaku lebih menekankan pada pihak internal. Standar Operasional Procedures (SOP) yang mengatur tentang koflik belum ada. Unit khusus Humas dalam lingkup KPP Pratama juga belum terbentuk. Pada fase kedua Peristiwa Awal KPP Pratama Sorong Pasca Konflik Papua 2019 pengurangan ketidakpastian keadaan pada saat krisis dilakukan dengan melakukan pemilihan metode dan saluran komunikasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip CERC dan prinsip-prinsip komunikasi DJP. Pada fase ketiga langkah kongkrit belum disusun sehingga tindakan-tindakan yang akan dilakukan ketika konflik terulang hanya sebatas pada arahan kepala kantor. Pada fase ke keempat resolusi pasca konflik menunjukkan besarnya peran Account Representative sebagai penghubung dalam komunikasi dengan eksternal, namun upaya peningkatan reputasi belum dilakukan. Pada fase evaluasi menunjukkan belum ditemui adanya langkah konkrit yang memfasilitasi komunikasi antar budaya, namun prinsip-prinsip CERC dan prinsip komunikasi sesuai pedoman komunikasi DJP pun telah sebagian besar telah dilakukan. Kedepannya perlu dibuat SOP khusus penanganan konflik. Pembentukan unit khusus humas sangat penting untuk dilakukan dengan mempertimbangkan peran OAP. Upaya meminimalisasi hambatan budaya perlu dilakukan dengan penggunaaan bahasa lokal serta pengintensifan komunikasi dengan masyarakat adat sehingga tercipta harmoni. Perlu dimaksimalkan sumber daya organisasi yang terbatas agar dapat dikelola dengan baik pada fase sebelum, pada saat krisis dan pasca krisis Key word : CERC, Konflik, Komunikasi Krisis

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: CRISIS COMMUNICATION
Subjects: Q Science > Q Science (General) > Q223-227 Communication in Science
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Magister Media dan Ilmu Komunikasi
Creators:
CreatorsNIM
SATRIYO WIDHI PAMUNGKAS, -NIM072014853020
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
UNSPECIFIEDSUKO WIDODO, -NIDN0004026405
UNSPECIFIEDI G A KETUT SATRYA WIBAWA, -NIDN0003087502
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 28 Apr 2026 03:55
Last Modified: 28 Apr 2026 03:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140438
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item