SALMA NAILAH PRADNYA PRIBADI (2022) Analisis Perbedaan dan Hubungan antara Sudut Gonial dan Tinggi Ramus Mandibula dengan Jenis Kelamin pada Radiografi Panoramik. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
021911133086_Halaman Judul.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
021911133086_BAB I.pdf Download (95kB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
021911133086.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Identifikasi jenis kelamin merupakan prioritas utama dalam suatu proses identifikasi individu. Mandibula dapat menjadi metode alternatif identifikasi jenis kelamin karena merupakan tulang wajah terbesar, terkuat dan memiliki dimorfisme seksual yang cukup tinggi. Struktur yang memiliki dimorfisme seksual tinggi diantaranya yaitu sudut gonial dan tinggi ramus mandibula. Tujuan: Menganalisis perbedaan ukuran sudut gonial dan tinggi ramus mandibula antar jenis kelamin menggunakan radiografi panoramik dan menganalisis hubungan ukuran sudut gonial dan tinggi ramus mandibula dengan jenis kelamin menggunakan radiografi panoramik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan secara cross-sectional dengan pengukuran pada sudut gonial dan tinggi ramus mandibula yang ditentukan dengan software ImageJ. Sampel penelitian ini menggunakan data sekunder berupa foto panoramik pasien dewasa (usia 20 - 45 tahun) yang pernah berobat ke RSGMP Universitas Airlangga Surabaya dengan jumlah sampel foto 70 orang. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan Independent T-test dan Pearson Correlation. Hasil: Ramus mandibula pada laki – laki signifikan secara statistik (p < 0,05) lebih tinggi jika dibandingkan dengan perempuan. Sedangkan, sudut gonial pada laki – laki lebih kecil jika dibandingkan dengan perempuan walaupun pada penelitian ini hasil yang didapatkan tidak signifikan secara statistik (p = 0,29). Terdapat hubungan antara tinggi ramus mandibula dengan jenis kelamin (r = 0,498). Sedangkan, tidak didapatkan hubungan antara ukuran sudut gonial dengan jenis kelamin (r = -0,128). Kesimpulan: Tinggi ramus mandibula dapat digunakan sebagai parameter identifikasi jenis kelamin. Sedangkan, sudut gonial kurang sesuai sebagai parameter identifikasi jenis kelamin.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FKG 41 - 23 Sal a | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Mandibular ramus height, Gonial angle, Sex determination, Panoramic radiograph | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry | |||||||||
| Divisions: | 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S1 Kedokteran Gigi | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Ika Rudianto | |||||||||
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 07:39 | |||||||||
| Last Modified: | 29 Apr 2026 07:39 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140464 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


