Pelayanan Apoteker pada Terapi Polifarmasi Penderita Diabetes Melitus selama Pandemi COVID-19 di Apotek Wilayah Surabaya

DERESTYA AYIKE KURNIASUKMA (2022) Pelayanan Apoteker pada Terapi Polifarmasi Penderita Diabetes Melitus selama Pandemi COVID-19 di Apotek Wilayah Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
051811133044_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
051811133044_BAB I.pdf

Download (46kB)
[img] Text (FULLTEXT)
051811133044_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Polifarmasi di masa pandemi COVID-19 merupakan masalah penting dalam sektor kesehatan. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang terapi pengobatannya membutuhkan beberapa obat, baik pada penderita diabetes melitus yang tidak terkonfirmasi COVID-19 dan yang terkonfirmasi COVID-19. Polifarmasi dapat meningkatkan risiko interaksi obat dan efek samping obat yang tidak diinginkan. Peran apoteker dibutuhkan dalam mengidentifikasi masalah terkait obat serta memantau kondisi dari penggunaan obat yang merugikan. Konsep pharmaceutical care dari apoteker saat pelayanan obat sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelayanan apoteker pada terapi polifarmasi penderita diabetes melitus selama masa pandemi COVID-19 di apotek wilayah Surabaya. Penelitian ni mengacu pada pharmaceutical care, sehingga meneliti secara khusus patient assesment, care plan dan evaluation oleh apoteker pada terapi polifarmasi penderita. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif secara crossectional dengan teknik simple random sampling. Sebanyak 115 responden berpartisipasi dalam penelitian ini (response rate = 53,0%). Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 60% responden melakukan tindakan verifikasi data, penggalian pemahaman pasien tentang terapi obat, penggalian perilaku pasien terkait kepatuhan penggunaan obat. Hasil yang sama pada pelayanan apoteker di apotek wilayah Surabaya yaitu telah membuat keputusan rencana asuhan mengenai masalah terkait obat dengan penerapan ilmunya untuk keberlangsungan terapi yang pasien jalankan serta telah melakukan upaya terbaik dalam pencapaian tujuan terapi pasien. Lebih dari 50% responden telah melakukan pengatasan kemungkinan drug therapy problem terkait terapi polifarmasi pasien. Lebih dari 80% responden telah sering melakukan upaya pencapaian efek terapi paling baik untuk pasien. Namun, dalam tindakan evaluasi kondisi pasien, dapat dikatakan bahwa selama pandemi COVID-19 responden di Surabaya masih belum menerapkannya. Lebih dari 50% responden telah melakukan pemantauan keberhasilan terapi pasien terkait efektifitas obat sedangkan lebih dari 50% responden jarang atau tidak pernah melakukan pemantauan keberhasilan terapi erkait efek samping potensial yang mungkin terjadi ataupun pencatatan kondisi terbaru pasien terkait terapi yang dijalankan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK S.FF 175 - 23 Der p
Uncontrolled Keywords: Polypharmacy, COVID-19 Pandemic, Diabetes Mellitus, Community Pharmacists, Pharmaceutical Care
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Praktis
Creators:
CreatorsNIM
DERESTYA AYIKE KURNIASUKMANIM051811133044
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorWAHYU UTAMINIDN195812101985032002
Thesis advisorANILA IMPIAN SUKORININIDN197905302003122001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 06 May 2026 03:09
Last Modified: 06 May 2026 03:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140599
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item