Tajam Penglihatan Dengan Koreksi Terbaik Pasca Operasi Katarak Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

Muhammad Faris Zharfan, - (2022) Tajam Penglihatan Dengan Koreksi Terbaik Pasca Operasi Katarak Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011811133203_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (696kB)
[img] Text (BAB I)
011811133203_BAB I.pdf

Download (116kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011811133203_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan terbanyak. Katarak erat hubungannya dengan diabetes melitus. Penderita diabetes melitus memiliki risiko 5 kali lebih besar untuk menderita katarak. Penderita katarak dengan diabetes melitus tipe 2 sulit untuk mendapatkan hasil operasi yang cukup signifikan baik. Salah satu penyebabnya adalah diabetik retinopati sebagai komplikasi yang sering ditemukan pada penderita katarak dengan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tajam penglihatan pasca operasi katarak pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif yang menggunakan data rekam medis dengan teknik sampling purposive non probability dan metode pengambilan total sampling. Variabel yang diamati yaitu tajam penglihatan, diabetes melitus tipe 2, dan diabetik retinopati. Pada penelitian ini, dari 489 rekam medik, terdapat 104 pasien sampel yang ter-inklusi. Dari 104 sampel tersebut, didapatkan kelompok usia didominasi oleh kelompok usia 46 – 65 tahun (61,54%) dan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (50,96%). Lalu, didapatkan 22 jenis diagnosis pre-operasi katarak yang didominasi oleh katarak imatur (39,10%) dengan teknik operasi yang paling banyak digunakan adalah teknik operasi phacoemulsification (PE) (58,65%). Sampel didominasi oleh pasien yang memiliki komplikasi diabetik retinopati (70,19%). Nilai visus pre-operasi katarak didominasi oleh visus 1/300 atau 2.48 logMAR (41,41%). Untuk nilai visus pasca-operasi katarak setelah 1 bulan didominasi oleh visus 6/360 atau 1.78 logMAR (16,47%), sedangkan untuk nilai visus pasca-operasi katarak setelah 3 bulan didominasi oleh visus 6/6 atau 0 logMAR (10,61%). Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan yaitu: (1) Rekam medis untuk penderita katarak dibuat selengkap mungkin, berdasarkan hasil anamnesis, peneriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang; (2) Pendataan lebih lengkap khususnya tajam penglihatan baik pre-operasi maupun pasca-operasi; (3) Kesadaran pasien untuk kontrol penyakitnya perlu ditingkatkan lagi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D.131-22 MUH t
Uncontrolled Keywords: visual acuity, cataract, type 2 diabetes mellitus
Subjects: R Medicine > RE Ophthalmology
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Muhammad Faris Zharfan, -NIM011811133203
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorDICKY HERMAWAN, -NIDN8854800016
Thesis advisorSOEBAGIJO ADI SOELISTIJO, -NIDN8837500016
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 06 May 2026 03:27
Last Modified: 06 May 2026 03:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140605
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item