Ratu Veraya Hanum, -
(2026)
Peran Resiliensi Terhadap Stres Pengasuhan Pada Orang Tua Anak Dengan Disabilitas Intelektual.
Repository Universitas Airlangga.
(Unpublished)
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Artikel Ilmiah)
Ratu Veraya Hanum_113221150_ARTIKEL PENELITIAN.pdf
Download (216kB)
|
Abstract
Pengasuhan anak dengan disabilitas intelektual menuntut perhatian dan pendampingan yang intensif, sehingga orang tua rentan mengalami stres pengasuhan. Meskipun kondisi pengasuhan yang dihadapi relatif serupa, tidak semua orang tua menunjukkan tingkat stres yang sama, yang mengindikasikan adanya faktor protektif seperti resiliensi. Kajian di Indonesia yang secara khusus menempatkan resiliensi sebagai prediktor utama stres pengasuhan pada populasi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua anak dengan disabilitas intelektual. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah 84 orang tua kandung yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual berusia 6–18 tahun. Data dikumpulkan menggunakan Skala Resiliensi (Amiroh, 2023) dan Parenting Stress Index (Abidin, adaptasi Daulay dkk., 2020), kemudian dianalisis dengan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi berperan signifikan terhadap stres pengasuhan (B = 1,262; t = 16,979; p < 0,001), dengan koefisien determinasi R² = 0,779, artinya resiliensi menjelaskan 77,9% variasi stres pengasuhan. Menariknya, arah hubungan bersifat positif (r = 0,882), menunjukkan bahwa orang tua dengan resiliensi lebih tinggi justru melaporkan stres pengasuhan yang lebih tinggi pula. Hal ini diinterpretasikan sebagai kemampuan individu resilien untuk lebih mengenali dan mengakui kondisi stresnya secara adaptif. Disimpulkan bahwa resiliensi merupakan faktor psikologis yang sangat relevan dalam memahami dinamika stres pengasuhan pada orang tua anak dengan disabilitas intelektual.
Kata kunci: resiliensi, stres pengasuhan, disabilitas intelektual, orang tua
Actions (login required)
 |
View Item |