Parameter Eritrosit Dan Feritin Sebagai Pembeda Anemia Defisiensi Besi Dengan Talasemia Beta Pada Anak Di Rsud Dr. Soetomo Surabaya

I Made Agus Dwipayana, - (2022) Parameter Eritrosit Dan Feritin Sebagai Pembeda Anemia Defisiensi Besi Dengan Talasemia Beta Pada Anak Di Rsud Dr. Soetomo Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA,.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011811133111_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (627kB)
[img] Text (BAB I)
011811133111_BAB 1.pdf

Download (95kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011811133111_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

" Tujuan: Menganalisis nilai diagnosis dari feritin serum dan masing-masing parameter eitrosit (MCV, MCH, MCHC, dan RDW) dalam membedakan ADB dengan talasemia beta. Metode: Penelitian ini merupakan uji diagnostik dengan desain retrospective study. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa electronic medical record (EMR) dengan besar sampel sebanyak 40 sampel ADB dan 40 sampel talasemia beta yang dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan untuk analisis adalah IBM SPSS untuk uji normalitas data (Kolmogorov-Smirnov), analisis univariat, analisis bivariat (Mann Whitney U-test), kurva ROC, dan tabel 2x2 (sensitivitas, spesifisitas, NPP, dan NPN). Hasil: Data demografi menunjukkan bahwa sebesar 24 pasien ADB adalah perempuan dan sebesar 21 pasien talasemia beta adalah perempuan. Distribusi terbanyak terdapat pada kelompok adolescent. Mann Whitney U-test pada hb, MCH, MCHC, RDW, dan feritin menunjukkan perbedaan mean yang signifikan (p<0.05), MCV menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p>0.05). Pada penelitian ini diperoleh sensitivitas tertinggi MCHC 85%, dan feritin 100%, spesifisitas tertinggi MCHC dan MCH 77,5%, dan feritin 100%, NPP tertinggi MCHC 79,07% dan feritin 100%, NPN tertinggi MCHC 83,78% dan feritin 100%, dan nilai AUC kurva ROC tertinggi MCHC 0,883 dan feritin 1. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, serum feritin memiliki nilai diagnosis yang paling tinggi sementara parameter eritrosit paling baik adalah MCHC. MCV merupakan parameter dengan nilai diagnosis terendah dan RDW merupakan parameter dengan spesifisitas terendah. "

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK FK 117-22 IMa p
Uncontrolled Keywords: Anemia Defisiensi Besi, Talasemia Beta, Feritin, MCV, MCH, MCHC, RDW
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
I Made Agus Dwipayana, -NIM011811133111
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorJUSAK NUGRAHA, -NIDN0014025602
Thesis advisorMIA RATWITA ANDARSINI, -NIDN0024017302
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 06 May 2026 06:23
Last Modified: 06 May 2026 06:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140643
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item