Xindy Utami, - (2026) Pengaruh Religiusitas Dan Collective Narcissism Terhadap Ambivalent Sexism Pada Emerging Adulthood. Repository Universitas Airlangga. (Unpublished)
|
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah Xindy Utami.pdf Download (339kB) |
Abstract
Indonesia termasuk dalam kelompok negara dengan tingkat persetujuan yang tinggi terhadap peran gender tradisional, meskipun kesadaran terhadap isu kesetaraan gender terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Sikap seksisme merupakan salah satu hambatan utama bagi tercapainya kesetaraan gender dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran religiusitas dan collective narcissism terhadap ambivalent sexism pada fase emerging adulthood di Indonesia. Partisipan penelitian berjumlah 354 orang dengan kriteria Warga Negara Indonesia (WNI), berusia 18 hingga 29 tahun. Pengumpulan data menggunakan metode survei daring dengan instrumen The Centrality of Religiosity Scale (Huber, 2012), Collective Narcissism (Golec de Zavala dkk., 2009), dan Ambivalent Sexism Inventory (Glick & Fiske, 1996). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan multivariate multiple regression dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh signifikan terhadap benevolent sexism, namun tidak terhadap hostile sexism. Sementara itu, collective narcissism berpengaruh signifikan terhadap kedua dimensi ambivalent sexism. Jenis kelamin merupakan kovariat dengan pengaruh paling kuat terhadap ambivalent sexism, sedangkan usia hanya memprediksi benevolent sexism. Afiliasi agama tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kedua dimensi ambivalent sexism.
Actions (login required)
![]() |
View Item |


