Gabriel Pedro Mudjianto, - (2022) Perbedaan Mortalitas Dan Perubahan Morfologi Larva Aedes Aegypti Akibat Pemberian Ekstrak Air Dan Ekstrak Nheksana Daun Johar (Cassia Siamea). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
011811133002_HALAMAN JUDUL.pdf Download (351kB) |
|
|
Text (BAB I)
011811133002_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (FULLTEXT)
011811133002_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor infeksi virus dengue (IVD). Infeksi ini menjadi masalah kesehatan dunia termasuk Indonesia. Pencegahan transmisi virus dengue dilakukan dengan mencegah siklus hidup nyamuk melalui penggunaan larvasida. Bahan herbal menunjukan efek larvasida yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Daun C. siamea merupakan herbal yang dapat berpotensi sebagai larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek larvasida esktrak air dan Nheksana daun C. siamea terhadap mortalitas dan morfologi larva Ae. agypti. Penelitian observasional dan eksperimental dilakukan pada bulan Juli-September. Setiap 20 larva Ae. aegypti instar ketiga diuji dalam gelas beaker 100 ml dengan larutan ekstrak air dan N-heksana daun C. siamea masing-masing pada konsentrasi 1000; 500; 250; 125; dan 62,5 ppm. Kontrol yang digunakan adalah air, DMSO 1%, dan temefos 0.0001 ppm. Pengujian dilakukan selama 4 hari dengan 3 kali replikasi. Observasi kematian dilakukan setiap 24 jam untuk menentukan jumlah kematian dan mengukur panjang larva yang mati. Setiap media dilakukan pengukuran pH. Masingmasing esktrak dilakukan identifikasi dengan kromatografi lapis tipis. Hasil LC50 ekstrak air dan N-heksana pada pengamatan 24 jam adalah 2286 dan 778 ppm. LC90 pada pengamatan 24 jam ekstrak air dan N-heksana beruturut-turut adalah 4280 dan 1136 ppm. Pada pengamatan 48 jam, LC50 dan LC90 ekstrak air adalah 765 dan 1817 ppm, sedangkan ekstrak N-heksana sebesar 611 dan 921 ppm. Kadar pH seluruh larutan berkisar antara 6,5 hingga 7,0. Observasi pada jam ke-48 hingga 96 jam menunjukan bahwa larva yang diberikan ekstrak air memiliki rerata lebih panjang dibanding kelompok lainnya, sedangkan kelompok dengan N-heksana merupakan kelompok dengan rerata panjang paling pendek. Pupa dan nyamuk hanya ditemukan pada ekstrak air. Ekstrak N-heksana memiliki efek larvasida yang lebih baik dibanding temefos 0.0001 ppm. Ekstrak N-heksana mempunyai kandungan terpenoid dan polifenol, sedangkan ekstrak air hanya mengandung terpenoid. Ekstrak N-heksana berpotensi menjadi larvasida yang ramah lingkungan dibanding ekstrak air daun C. siamea.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKA KK S.FK.D.132-22 GAB p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Aedes aegypti, Cassia siamea, Larvasida | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine | |||||||||
| Divisions: | 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | sugiati | |||||||||
| Date Deposited: | 07 May 2026 01:47 | |||||||||
| Last Modified: | 07 May 2026 01:47 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140690 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


