Gambaran Klinis, Pemeriksaan Penunjang, Dan Luaran Pasien Retinoblastoma Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Periode 2017 - 2019

Rozana Alfi Sania, - (2022) Gambaran Klinis, Pemeriksaan Penunjang, Dan Luaran Pasien Retinoblastoma Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya Periode 2017 - 2019. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011811133019_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (342kB)
[img] Text (BAB I)
011811133019_BAB I.pdf

Download (113kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011811133019_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (924kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

"Retinoblastoma adalah tumor ganas primer intraokular yang paling umum terjadi pada anak-anak. Keganasan ini terjadi karena adanya mutasi pada gen RB1 yang terletak pada lengan panjang kromosom 13 pada lokus 14 (13q14). Tanda yang paling sering muncul adalah leukokoria (white pupil). Untuk menegakkan diagnosis tentu perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik. Pemeriksaan diagnostik pada kasus retinoblastoma adalah pemeriksaan USG orbita, dan CT scan. Namun, diagnosis dan penanganan yang terlambat yang sering terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dapat mengakibatkan terjadinya metastasis ekstraokular, kehilangan penglihatan dan kematian. Pada negara-negara berkembang, kira-kira setengah populasi anak yang terdiagnosis retinoblastoma meninggal, diduga karena retinoblastoma baru terdiagnosis saat stadium penyakit yang sudah lanjut. Apabila retinoblastoma terdeteksi secara dini, maka akan menghasilkan prognosis yang baik. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui gambaran klinis, laboratorium, dan luaran pasien retinoblastoma di RSUD Dr. Soetomo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif secara retrospektif yang mengambil data dari rekam medis pasien retinoblastoma di Instalasi Rawat jalan Hematologi Onkologi Anak dan Poli Onkologi Mata RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2017 – 2019. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Variabel yang diamati antara lain jenis kelamin, usia saat pertama kali didiagnosis, alamat, lokasi, riwayat keluarga, gambaran klinis, gambaran pemeriksaan penunjang (laboratorium darah, ultrasonografi mata, CT scan kepala), pilihan terapi, dan luaran pasien. Pengolahan data dilakukan dengan cara mengumpulkan rekam medis pasien. Data-data yang diperoleh dikelompokkan kemudian data dideskripsikan secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien retinoblastoma lebih banyak pada jenis kelamin laki-laki (63,4%), kelompok usia terbanyak adalah usia 1 - <3 tahun (65,9%), dan pasien tidak ada yang memiliki riwayat keluarga dengan retinoblastoma (100%). Lokasi retinoblastoma terbanyak adalah unilateral oculi sinistra (48,8%). Hasil gambaran klinis terbanyak adalah leukokoria (68,3%). Hasil gambaran pemeriksaan penunjang menunjukkan bahwa gambaran laboratorium darah dalam batas normal, pasien yang ditemukan melakukan pemeriksaan ultrasonografi mata sebanyak (22%), pasien yang melakukan pemeriksaan CT scan kepala lebih banyak (75,6%), gambaran pemeriksaan CT scan kepala terbanyak adalah lokasi di oculi sinistra (61,3%), pertumbuhan tumor di intraokular (51,6%) dengan rincian intraokular dekstra (9,7%), intraokular sinistra (29%) dan intraokular bilateral (12,9%), serta pada hasil CT scan terdapat massa intrakranial (6,5%). Pilihan terapi terbanyak adalah kombinasi antara kemoterapi dan operasi (63,4%). Luaran pasien setelah follow up selama 1 tahun paling banyak adalah pasien yang hidup (43,9%), luaran pasien setelah menerima terapi kombinasi kemoterapi dan operasi paling banyak adalah pasien yang loss follow up (42,3%), luaran pasien setelah menerima terapi kemoterapi paling banyak adalah pasien yang meninggal (71,4%), luaran pasien setelah menerima terapi operasi paling banyak adalah pasien yang hidup (57,1%), luaran pasien setelah menerima terapi gabungan radioterapi dan operasi adalah pasien yang hidup (100%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa leukokoria merupakan gambaran klinis yang paling sering muncul pada pasien retinoblastoma. Gambaran pemeriksaan penunjang menunjukkan laboratorium darah dalam batas normal, terdapat beberapa pasien tertulis melakukan pemeriksaan ultrasonografi mata, gambaran terbanyak pada pemeriksaan CT scan kepala adalah lokasi retinoblastoma yang berada di oculi sinistra, pertumbuhan tumor pada intraokular, dan didapatkan beberapa pasien dengan massa intrakranial. Luaran pasien retinoblastoma setelah dilakukan follow up selama 1 tahun didominasi oleh pasien yang masih hidup, mayoritas pasien loss follow up setelah melakukan kemoterapi dan operasi, mayoritas pasien meninggal setelah melakukan kemoterapi, mayoritas pasien masih hidup setelah melakukan operasi, dan pasien masih hidup setelah melakukan radioterapi dan operasi. "

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D.137-22 Roz g
Uncontrolled Keywords: Retinoblastoma, clinical features, supporting examination features, patients outcome, cancer
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Rozana Alfi Sania, -NIM011811133019
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorALPHA FARDAH ATHIYYAH, -NIDN0023087301
Thesis advisorDwi Hari Susilo, -NIDN0008057204
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 08 May 2026 03:16
Last Modified: 08 May 2026 03:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140732
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item