Najwa Ambarwati, -
(2026)
Peran Harga Diri Dan Konformitas Terhadap Perilaku
Prososial Pada Dewasa Awal Non-Tuli Yang Mempelajari
Bahasa Isyarat.
Repository Universitas Airlangga.
(Unpublished)
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Artikel Ilmiah)
Artikel Ilmiah_Najwa Ambarwati_113221118.pdf
Download (291kB)
|
Abstract
Saat ini, banyak kalangan pemuda, khususnya pada fase dewasa awal, yang menaruh minat dalam mempelajari bahasa isyarat. Namun, tidak semua pembelajar bahasa isyarat menunjukkan perilaku prososial terhadap individu Tuli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran harga diri dan konformitas terhadap perilaku prososial pada dewasa awal non-Tuli yang mempelajari bahasa isyarat. Partisipan penelitian berjumlah 95 individu non-Tuli dewasa awal yang mempelajari Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pada level 1, 2, dan 3 serta memiliki relasi dengan individu Tuli. Pengumpulan data menggunakan metode survei daring dengan tiga instrumen, yaitu Self-Esteem Scale (Azwar, 2021), skala konformitas (Ningrum dkk., 2019), dan skala Prosocialness for Adults (Sefianmi dkk., 2023). Analisis data menggunakan uji regresi linear regresi bergadan dengan bantuan perangkat lunak Jamovi 2.6.26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan konformitas secara simultan berperan signifikan terhadap perilaku prososial (R² = 0,112, p = 0,004). Namun, secara parsial hanya harga diri yang berperan signifikan terhadap perilaku prososial. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor personal, yaitu harga diri, memiliki peran penting dalam mendorong munculnya perilaku prososial terhadap individu Tuli, sementara konformitas tidak menunjukkan peran yang signifikan secara parsial.
Actions (login required)
 |
View Item |