Hubungan antara Albuminuria dengan Kadar Fosfat Serum pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Stadium 3-5 Non Dialisis

Ernesto Everald Baibelino Harfonso (2022) Hubungan antara Albuminuria dengan Kadar Fosfat Serum pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Stadium 3-5 Non Dialisis. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011911133222_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (740kB)
[img] Text (BAB I)
011911133222_BAB I.pdf

Download (38kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011911133222_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyebab kematian tertinggi ke 12, dengan penderitanya sebanyak 697,5 juta pada 2017. Di Indonesia, komplikasi kardiovaskular menyebabkan 42% mortalitas pada pasien PGK. Hiperfosfatemia, manifestasi gangguan mineral dan tulang pada penyakit ginjal kronis, diketahui berpengaruh terhadap peningkatan resiko mortalitas kardiovaskular pada PGK. Albuminuria kini diketahui dapat menghambat mekanisme kompensasi terhadap hiperfosfatemia sehingga memperparah keadaan ini. Namun, penelitian terkait hal ini belum banyak dan tidak pernah dilakukan di Indonesia. Tujuan : Menganalisis hubungan antara albuminuria dengan kadar fosfat serum pada pasien PGK stadium 3-5 non dialisis di poliklinik ginjal-hipertensi RSUD Dr. Soetomo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional menggunakan rekam medis 129 pasien PGK stadium 3-5 non dialisis di poli ginjal-hipertensi RSUD Dr. Soetomo periode Maret-November 2021. Analisis deskriptif dilakukan pada data albuminuria, kadar fosfat serum, usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, komorbid, hasil pemeriksaan fungsi ginjal, dan stadium PGK. Analisis korelasional dilakukan dengan melakukan uji Rank Spearman pada data albuminuria dan kadar fosfat serum. Hasil : Karakteristik umum yaitu mayoritas laki-laki; rerata usia 55,21±11,99 tahun; rerata IMT 22,39±2,27 kg/m2; komorbid terbanyak hipertensi;; rerata eGFR 25,01±16,1 ml/menit/1,73 m2; dan didominasi PGK stadium 3 dan 5. Distribusi derajat albuminuria didominasi albuminuria berat (>300 mg/g) serta rerata kadar fosfat serum berkisar 4,81±1,9 mg/dl. Analisis Spearman Rank menemukan korelasi positif signifikan dengan kekuatan lemah (p-value <0,001; rs =0,277) antara albuminuria dengan kadar fosfat serum. Kesimpulan : Terdapat hubungan positif signifikan dengan kekuatan lemah antara albuminuria dengan kadar fosfat serum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 32 - 23 Ern h
Uncontrolled Keywords: Chronic kidney disease, mineral bone disorder, albuminuria, proteinuria, phosphate, hyperphosphatemia
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Ernesto Everald Baibelino HarfonsoNIM011911133222
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorNUNUK ENDAH SRIMULYANINIDN198112302006042001
Thesis advisorATIKANIDN197002091998022001
Thesis advisorWIDODONIDN196109221988121001
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 08 May 2026 07:22
Last Modified: 08 May 2026 07:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140762
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item