Rayhan Samudra, - (2022) PEMODELAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PEREMPUAN INDONESIA DENGAN PENDEKATAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HAL JUDUL)
HAL JUDUL.pdf Download (575kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Download (39kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
IPM adalah angka yang mewakili kondisi penduduk dalam mengakses hasil pembangunan,memperoleh pendapatan, mengakses kesehatan, pendidikan, dan sejumlah aspek lain Dikutip dari laman resmi Badan Pusat Statistik, IPM dikenalkan pertama kali oleh United Nations Development Programme pada 1990. IPM dibentuk oleh 3 dimensi dasar Umur panjang dan hidup sehat ,Pengetahuan, dan Standar hidup layak BPS mengungkapkan temuan bahwa pertumbuhan angka IPM mengalami perlambatan selama pandemi Covid-19. Sejak 2010 hingga 2019, pertumbuhan IPM dari tahun ke tahun selalu di atas 0,8 persen. Namun pada 2020, pertumbuhan IPM jeblok ke level 0,03 persen saja. Jika dipilah berdasarkan jenis kelamin, nilai IPM ini masih menunjukkan kesenjangan pada perempuan, karena IPM perempuan masih tertinggal dibanding laki-laki. Sejak tahun 2010, IPM laki-laki telah berstatus tinggi dengan nilai IPM di atas 70,00 , namun IPM perempuan masih berstatus sedang dengan nilai IPM di kisaran angka 60,00. Tahun 2019, IPM perempuan masih berstatus sedang dengan nilai IPM 69,18, tertinggal jauh dengan laki-laki yang telah mencapai nilai IPM 75,96. Permasalahan ini harus segera diatasi mengingat semakin lama permasalahan ini berlanjut diskriminasi gender dalam berbagai hal di kehidupan bermasyarakat menimbulkan perbedaan capaian pembangunan antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi IPM perempuan di Indonesia dengan mempertimbangkan wilayah menggunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR). Analisis Geographically Weighted Regression (GWR) adalah salah satu analisis untuk menyelesaikan masalah dengan data yang mengandung efek heterogenitas spasial. Salah satu masalah yang mempertimbangkan heterogenitas spasial adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM).Pada hasil dan pembahasan, didapatkan bahwa model terbaik untuk data indeks pembangunan manusia perempuan di Indonesia dengan pendekatan GWR dikarenakan nilai SSE=488.743,972 yang lebih rendah, R^2=93,73% yang lebih tinggi, dan AIC=450,245055 yang lebih rendah pada model GWR menunjukkan adanya peningkatan hasil yang lebih baik dibanding dengan menggunakan model regresi linier OLS.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK S.FST.S 18 - 23 Ray p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Female Human Development Index, Indonesia, Geographically Weighted Regression | |||||||||
| Subjects: | Q Science > QA Mathematics > QA273-280 Probabilities. Mathematical statistics | |||||||||
| Divisions: | 08. Fakultas Sains dan Teknologi > Statistika | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | |||||||||
| Date Deposited: | 11 May 2026 01:30 | |||||||||
| Last Modified: | 11 May 2026 01:30 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140794 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


