KORELASI KADAR D-DIMER DENGAN LAMANYA INTENSIVE CARE UNIT (ICU) STAY PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG ISOLASI KHUSUS (RIK) 1 RSUD DR. SOETOMO PERIODE APRIL 2020 – MARET 2021

Ahmad Najja Maulana (2022) KORELASI KADAR D-DIMER DENGAN LAMANYA INTENSIVE CARE UNIT (ICU) STAY PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG ISOLASI KHUSUS (RIK) 1 RSUD DR. SOETOMO PERIODE APRIL 2020 – MARET 2021. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
011911133059_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (310kB)
[img] Text (BAB I)
011911133059_BAB I.pdf

Download (39kB)
[img] Text (FULLTEXT)
011911133059_FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Pendahuluan: Sekitar 10-15% pasien COVID-19 akan berprogres menjadi kasus severe / berat dan memerlukan perawatan di ICU. Mortalitas pasien dengan severe COVID-19 di ICU berkisar antara 50-65%. Salah satu pemeriksaan laboratorium yang digunakan dalam pemantauan pasien di ICU adalah D-dimer. Kadar D-dimer yang meningkat dikatakan dapat memprediksi tingkat keparahan dan mortalitas penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar D-dimer dengan lamanya ICU stay pada pasien COVID-19. Metode: Studi ini merupakan studi observasional analitik menggunakan rancangan cross-sectional dengan pendekatan retrospektif, berbasis data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis komparatif digunakan untuk membandingkan kadar D-dimer awal pada pasien yang sembuh dengan yang meninggal. Median dari variabel kontinu dikomparasikan dengan uji Mann-Whitney U. Analisis hubungan/korelasi digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian. Korelasi ditentukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak terdistribusi normal. Hasil Penelitian: Berdasarkan kriteria didapatkan sampel berjumlah 120 pasien dengan rerata usia 51,08 ± 11,695 tahun, dan didominasi jenis kelamin laki-laki sebesar 73,3%. Komorbid terbanyak ialah diabetes melitus (32,9%). Sebanyak 95,8% pasien membutuhkan bantuan ventilator dan 90% pasien meninggal dunia. Jumlah pemeriksaan kadar D-dimer adalah 3,5 (2 – 5) kali pemeriksaan tiap pasien. Kadar D-dimer awal adalah 2225 (855 – 6122,5) ng/mL FEU. Peningkatan kadar D-dimer sampai puncak terjadi pada hari ke 3 (1 – 7 ) dengan kadar D-dimer puncak adalah 5965 (2155 – 11530) ng/mL FEU. Lamanya ICU stay adalah 9 (1 – 32) hari. Hasil analisis komparatif kadar D-dimer awal terhadap clinical outcome adalah p-value 0,012. Pasien dengan clinical outcome hidup, hubungan antara kadar D-dimer awal terhadap lamanya ICU stay (p = 0,328; (r2)= 0,309) dan pada pasien dengan clinical outcome meninggal dunia (p = 0,023; (r2) = -0,219). Kesimpulan: Terdapat korelasi antara kadar D-dimer awal terhadap lama ICU stay pada pasien COVID-19 dengan clinical outcome meninggal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK S.FK.D 35 - 23 Ahm k
Uncontrolled Keywords: D-dimer, ICU, stay, COVID-19
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > S1 Kedokteran
Creators:
CreatorsNIM
Ahmad Najja MaulanaNIM011911133059
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorARYATINIDN196308151990022001
Thesis advisorLUCKY ANDRIYANTONIDN197902012010121002
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 13 May 2026 07:18
Last Modified: 13 May 2026 07:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140958
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item