Adinda Fasya Azzahra Dangkua, - (2026) Dinamika Help-seeking Behavior Mahasiswa dalam Menghadapi Masalah Kesehatan Mental. Repository Universitas Airlangga. (Unpublished)
|
Text (Artikel Ilmiah)
113221175_Adinda Fasya_Artikel Ilmiah.pdf Download (258kB) |
Abstract
Tingginya prevalensi masalah kesehatan mental pada mahasiswa tidak selalu diikuti dengan perilaku pencarian bantuan yang memadai. Banyak mahasiswa memilih bertahan sendiri atau mengandalkan dukungan informal dibandingkan mengakses bantuan profesional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa help-seeking merupakan proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika help-seeking mahasiswa dalam menghadapi masalah kesehatan mental pada setiap tahapan pencarian bantuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Subjek penelitian terdiri dari empat mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun yang memiliki pengalaman menghadapi masalah kesehatan mental dan pernah melakukan help-seeking. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik dengan pendekatan theory-driven berdasarkan tahapan help-seeking Rickwood dalam Natalie dkk. (2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika help-seeking mahasiswa berlangsung secara panjang, bertahap, dan tidak linear. Proses dimulai dari munculnya kesadaran terhadap kondisi psikologis akibat akumulasi dampak emosional, fisik, sosial, dan akademik, kemudian diikuti berbagai upaya mandiri sebelum akhirnya muncul keputusan mencari bantuan ketika kondisi mencapai titik kritis. Keputusan help-seeking dipengaruhi oleh faktor internal seperti kesadaran diri dan sikap terhadap bantuan profesional, serta faktor eksternal seperti stigma, relasi keluarga, dukungan sosial, akses layanan, dan kondisi finansial. Sebagian besar subjek lebih dahulu memilih bantuan informal sebelum mengakses bantuan formal. Layanan kesehatan mental kampus tidak dimanfaatkan oleh seluruh subjek karena hambatan kerahasiaan, kurangnya informasi, hambatan prosedural, serta keraguan terhadap layanan. Pengalaman pasca-help-seeking dimaknai secara personal dan transformatif, mencakup perubahan cara pandang terhadap diri sendiri, meningkatnya empati, serta munculnya kesadaran akan pentingnya mencari bantuan psikologis.
| Item Type: | Article | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | help-seeking, kesehatan mental, mahasiswa, studi kasus instrumental | ||||||
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF511-593 Emotion, Feeling, Affection |
||||||
| Divisions: | 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Adinda Fasya Azzahra Dangkua | ||||||
| Date Deposited: | 18 May 2026 02:25 | ||||||
| Last Modified: | 18 May 2026 02:25 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/140968 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


